BPKAD DKI Siap Jelaskan E-Budgeting ke Panitia Angket

Rabu, 11 Maret 2015 Reporter: Andry Editor: Dunih 8090

Pakai APBD 2014, TKD Dinamis PNS Tahun Ini Ditunda

(Foto: doc)

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono mengaku siap memberikan keterangan kepada panitia hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terkait proses e-budgeting dalam‎ penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2015.

Saya siap memberi penjelasan tentang proses e-budgeting. E-budgeting adalah bagian agar gubernur dan pimpinan dewan bisa melihat efisiensi yang kita lakukan

‎"Saya siap memberi penjelasan tentang proses e-budgeting. E-budgeting adalah bagian agar gubernur dan pimpinan dewan bisa melihat efisiensi yang kita lakukan," katanya di Balaikota, Rabu (‎11/3).

Ia juga menjelaskan, sistem e-budgeting dapat memudahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam memasukan program-program di APBD DKI sehingga bisa terkontrol dengan baik. Di dalam sistem itu, SKPD menginput kode rekening dan komponen program APBD DKI ke dalam e-budgeting.

‎"Kami dari BPKAD menyiapkan tools dan server serta tenaga ahli di bidang itu, bukan untuk menginput," terangnya.

Menurutnya, tenaga ahli itu terdiri dari orang IT. Ia ditugaskan untuk SKPD yang kesulitan dalam melakukan penginputan program atau kegiatan ke dalam sistem e-budgeting.

"Tenaga ahli yang kami hire untuk programnya kalau sewaktu-waktu unit memasukkan nge-hang di komputer," ujarnya.

‎Ia menambahkan, penginputan program dan kegiatan dalam APBD di sistem e-budgeting, dilakukan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Kemudian, SKPD menginput kode rekening dan komponen kegiatan dalam APBD DKI tahun 2015.

‎"Tugas saya adalah membuat folder untuk rincian harga satuan. Jadi kayak kita beli belanja di online itu. Misalnya mau membeli tustel merk Cannon, kita nyiapin tipe dan harganya. Habis itu, SKPD atau unit nanti tinggal sortir, mengambil. Itu tugas mereka, saya gak punya kewenangan," bebernya.

‎Ia menambahkan, masing-masing unit atau SKPD memiliki password sendiri untuk mengakses sistem e-budgeting, begitu pula dengan Bappeda DKI dan pihaknya di BPKAD yang juga diberikan password send‎iri.

‎"Unit punya pasword tersendiri, Bappeda juga ada password untuk menginput. Saya tidak bisa masuk ke satuan unit. Itu bisa kita lihat," ucapnya.

Heru menegaskan, sistem e-budgeting saat ini sudah sangat dibutuhkan untuk menyusun APBD DKI mulai dari  Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Flapon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sampai dengan RAPBD DKI. Mengingat, sistem tersebut merubah pola lama penginputan program SKPD dari manual menjadi sistem komputerisasi.

"Kalau gak pake sistem komputer, mau manual ya waktunya gak cukup," tukasnya.

BERITA TERKAIT
Konsultan E-Budgeting Pemprov DKI Ditekan Dewan

Konsultan E-Budgeting DKI Dicecar DPRD

Rabu, 11 Maret 2015 9270

APBD DKI 2015 Tetap Gunakan E-Budgeting

APBD DKI 2015 Tetap Gunakan E-Budgeting

Rabu, 04 Maret 2015 10498

ahok bpkp

DKI Gandeng BPKP untuk Audit Anggaran

Sabtu, 28 Februari 2015 5957

Ahok Ingin Penyelidikan Hak Angket Transparan

Ahok Ingin Penyelidikan Hak Angket Transparan

Selasa, 10 Maret 2015 9408

ilustrasi hitung anggaran

DKI Pangkas 34.000 Mata Anggaran

Sabtu, 20 Desember 2014 10679

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2383

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2463

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1753

Taman Lapangan Banteng doc

Pemprov DKI Bakal Gelar Halalbihalal di Lapangan Banteng

Sabtu, 21 Maret 2026 655

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 1009

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks