Total Kerugian Kebakaran di Jakarta Capai Rp 55,6 Miliar

Rabu, 11 Maret 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 6526

 Gedung tidak layak standar keselamatan kebakaran akan ditempel sticker

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Sepanjang Januari hingga 11 Maret tercatat kasus kebakaran di ibu kota mencapai 182 kejadian. Penyebab kebakaran tersebut paling banyak karena korsleting listrik. Dari total kejadian, jumlah kerugian yang diderita pun cukup fantastis yakni mencapai Rp 55,6 miliar.

Saya imbau warga lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban si jago merah. Khususnya dalam pemakaian kabel listrik

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo mengatakan, jumlah kerugian materi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2014, kerugian kebakaran hingga April mencapai Rp 51,66 miliar.

"Sementara untuk tahun ini, hingga pekan kedua Maret jumlah kerugian sudah menembus angka Rp 55,6 miliar," kata Subejo, Rabu (11/3).

Menurutnya, kasus kebakaran selama hampir dua setengah bulan terakhir ini paling banyak terjadi di Jakarta Barat. Dengan total kejadian sebanyak 43 kasus. Kemudian disusul Jakarta Selatan yakni 42 kasus, Jakarta Timur 34 kasus, Jakarta Pusat 33 kasus, dan Jakarta Utara 30 kasus. Sementara di Kepulauan Seribu, sejauh ini belum pernah terjadi kebakaran.

Pihaknya mencatat, penyebab utama kebakaran hingga pekan kedua Maret ini, masih didominasi korsleting listrik. Dari total jumlah kasus kebakaran tersebut, sebanyak 142 kasus terjadi akibat arus pendek. “Selebihnya karena faktor lainnya seperti kompor meledak ada 10 kasus, rokok di dalam rumah ada 4 kasus dan lain-lain ada 26 kejadian,” ucapnya.

Untuk mencegah semakin tingginya jumlah kasus kebakaran di Jakarta, Subejo mengimbau warga Jakarta lebih hati-hati dan waspada. Khususnya menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kebakaran.

“Saya imbau warga lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban si jago merah. Khususnya dalam pemakaian kabel listrik. Jangan menumpuk steker," imbaunya.

Sementara terkait dengan, sistem keamanan di gedung-gedung bertingkat pihaknya jug akan melakukan pengecekan. Diakuinya, masih banyak gedung-gedung bertingkat yang sistem keamanan kebakarannya buruk.

"Memang ada beberapa  gedung yang belum memenuhi syarat, karena itu kita peringatkan," tegasnya.

BERITA TERKAIT
Djarot Minta Gedung Tinggi Punya Sistem Keamanan Kebakaran

Pengelola Gedung Tinggi Diminta Miliki Sistem Keamanan Kebakaran

Selasa, 10 Maret 2015 4558

Djarot Apresiasi Petugas Damkar

Djarot Apresiasi Petugas Damkar

Selasa, 10 Maret 2015 5317

kebakaran jatinegara jaktim

20 Rumah di Cipinang Ludes Terbakar

Selasa, 10 Maret 2015 4657

 Ruko Empat Lantai di Karang Anyar Terbakar

Ruko Empat Lantai di Karang Anyar Terbakar

Selasa, 10 Maret 2015 6059

Ratusan Rumah di Kebon Melati Terbakar

Hingga Maret, 26 Kebakaran Terjadi di Jakpus

Minggu, 08 Maret 2015 4782

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7141

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4831

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2303

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2526

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1172

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks