Orari Diminta Terus Bersinergi dengan Pemprov DKI

Sabtu, 07 Maret 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 5869

Orari Diminta Terus Bersinergi dengan Pemprov DKI

(Foto: Erna Martiyanti)

Keterlibatan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dalam upaya penanggulangan bencana seperti kebakaran dan banjir di ibu kota bukanlah hal yang baru. Kepedulian organisasi tersebut diharapkan bisa dipertahankan sehingga bisa terus bersinergi dengan Pemprov DKI.

Saat bencana tidak diragukan lagi, Orari bisa bekerjasama dengan BPBD dan pemadam kebakaran

Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian dan Kependudukan, Marullah Matali mengatakan,  pihaknya sangat terbantu dengan keberadaan Orari. Salah satunya adalah untuk menyampaikan hasil pembangunan kepada warga Jakarta. Terlebih, saat terjadi bencana, Orari menjadi wadah untuk dapat berkoordinasi dengan baik. 

"Orari bisa menjadi corong kita menyampaikan hasil pembangunan. Penting bekerjasama dengan Orari. Saat bencana tidak diragukan lagi, Orari bisa bekerjasama dengan BPBD dan pemadam kebakaran," kata Marullah, saat pelantikan 269 anggota dan pengurus Orari di Balaikota DKI Jakarta, Sabtu (7/3).

Selain itu, keberadaan Orari juga bisa membantu Pemprov DKI Jakarta dalam memantau gelombang radio ilegal. Sehingga bisa meminimalisir jumlah gelombang radio ilegal tersebut. "Masih banyak pemancar radio amatir yang digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harapkan Orari untuk terus memantau," ujarnya. 

Agar informasi pembangunan yang disebarkan oleh Orari valid, diharapkan para pengurus juga bisa bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Salah satunya dengan website resmi Pemprov DKI Jakarta. 

"Masalah perkotaan seperti banjir, sampah, transportasi, pelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan, agar terus disosialisasikan," pesannya. 

Ketua Orari DKI Jakarta, Budi Rianto Halim, berjanji akan terus menjalin kerja sama yang baik dengan Pemprov DKI Jakarta. Terutama dalam menyampaikan informasi terkait pembangunan di Jakarta. "Kita juga konsen saat bencana terjadi di Jakarta. Seperti saat banjir beberapa waktu lalu," ucapnya. 

Pihaknya juga siap memantau frekuensi radio ilegal dan melaporkannya agar keberadaannya bisa diminimalisir. 

"Saat ini frekuensi kita ada di 144 sampai 148 mhz. Jika ditemukan frekuensi ilegal akan langsung kami laporkan," tandasnya. 

BERITA TERKAIT
bpbd jakarta

BPBD DKI Gelar Kompetisi Penanggulangan Bencana

Jumat, 23 Mei 2014 7066

alat pendeteksi banjir ulujami

Alat Deteksi Banjir Dipasang di Ulujami

Selasa, 13 Januari 2015 5894

siaga bencana banjir

Jakbar Siagakan 5.401 Personel Hadapi Banjir

Selasa, 20 Januari 2015 4834

Sungai Ciliwung Siaga III, Warga Diminta Waspada

Sungai Ciliwung Siaga III, Warga Diminta Waspada

Rabu, 18 Februari 2015 4692

pengungsi_korban_banjir_rio.jpg

Pengungsi Banjir Terbanyak di Jakbar

Kamis, 12 Februari 2015 5636

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 6126

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1752

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1564

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 606

Gebyar seni budaya setubabakan nur

Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

Sabtu, 20 Juni 2026 459

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks