Komisi Informasi DKI Gandeng Media Massa Kampanyekan Informasi Publik

Selasa, 19 Januari 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 3104

Komisi Informasi DKI Gandeng Media Massa Kampanyekan Informasi Publik

(Foto: Nurito)

Komisi Informasi DKI Jakarta ingin memperkokoh kerja sama dengan media massa, guna mengkampanyekan informasi publik kepada seluruh lapisan masyarakat.

Media massa merupakan aktor penting dalam membumikan keterbukaan informasi publik 

Hal ini menjadi salah satu poin diutarakan Komisioner Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, saat webinar media massa yang digelar, Senin (18/1) kemarin.

“Kami ingin menguatkan kerja sama dengan rekan media massa dalam mengampanyekan keterbukaan informasi publik khususnya DKI Jakarta. Media massa ini menjadi salah satu instrumen UU KIP dan sinkron dengan Undang-Undang Kebebasan Pers,” kata Harry.

Dia menilai, media massa merupakan aktor penting dalam membumikan keterbukaan informasi publik (KIP) karena sering berinteraksi dengan masyarakat dan badan publik.

Webinar yang mengusung tema “Sinergitas Media Massa Menjadi Jembatan Jakarta Yang Lebih transparan” ini diikuti 80 peserta dari unsur media massa, organsasi masyarakat, mahasiswa dan berbagai komponen masyarakat lainnya.

Webinar ini merupakan kegiatan ketiga kalinya digelar setelah periode anggota KI tahun 2020- 2024 dilantik. Banyak percepatan yang dilakukan melalui kegiatan edukasi selain audiensi badan publik juga media massa sebagai mitra strategis.

“Komisi Informasi DKI Jakarta berharap dapat membangun citra positif lembaga yang mandiri, kuat dan profesional. Melalui webinar ini masyarakat dapat memahami peran dan fungsi Komisi Informasi,” papar Aang Muhdi Gozali, selaku penanggung jawab acara sekaligus narasumber dalam acara webinar tersebut.

Narasumber dan Komisioner KI DKI Periode 2016-2020, Nani Nurani Muksin menambahkan, media massa harus menjadikan KIP sebagai jembatan sinergitas membuka akses informasi yang lebih luas.

Menurut dia, sedikitnya ada empat sinergitas yang dibangun KIP dengan media massa yaitu dengan publik, badan publik, KI DKI dan lembaga non struktural lainnya. 

“Keterbukaan informasi publik berorientasi pelayanan dan mempercepat good governance. Terlebih DKI Jakarta sebagai barometer kebijakan nasional. KIP DKI Jakarta sebagai pengawal keterbukaan informasi harus berdampingan erat dengan media massa sebagai “take and give,” ujar Nani yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Sementara, Wahyu Dyatmika, Pimpinan Redaksi Majalah Tempo yang juga hadir sebagai narasumber dalam webinar ini mengungkapkan, keterbukaan informasi publik erat kaitan dengan data dan informasi.

Jurnalisme investigasi, kata Wahyu, membutuhkan KIP untuk menggali informasi yang tersembunyi. Narasumber yang kompeten akan menentukan informasi berita yang berkualitas, berita yang benar, akurat dan akuntabel.

"Hal ini dapat menentukan pemberitaan baik di media cetak maupun elektronik," tandasnya.

BERITA TERKAIT
KI Provinsi DKI Lakukan Inovasi dan Terobosan Penyelesaian Sengketa Informasi

KI Provinsi DKI Lakukan Inovasi dan Terobosan Penyelesaian Sengketa Informasi

Jumat, 08 Januari 2021 2128

KI DKI Adakan Webinar Perlindungan HAM Melalui Keterbukaan Informasi

KI DKI Adakan Webinar Perlindungan HAM Melalui Keterbukaan Informasi

Senin, 21 Desember 2020 2028

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2950

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1317

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 512

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1292

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1098

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks