Bangun Halte Sementara Pengganti Halte Transjakarta BI, Ini Rekayasa Lalinnya

Jumat, 16 Oktober 2020 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Erikyanri Maulana 2602

 Bangun Fase II, MRT Jakarta Besok Berlakukan Rekayasa Lalulintas

(Foto: Wuri Setyaningsih)

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mendukung kelancaran pembangunan dua halte Transjakarta sebagai pengganti Halte Bank Indonesia (BI). Rencananya, pembangunan dua halte sementara itu akan berlangsung 17 - 25 Oktober 2020.

Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek MRT Jakarta Fase 2,

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar mengatakan, setelah merampungkan pembongkaran JPO Bank Indonesia, tahapan konstruksi selanjutnya yakni membongkar Halte Transjakarta Bank Indonesia sebagai salah satu persiapan pembangunan struktur Stasiun MRT Thamrin.

"Untuk memastikan pelanggan Transjakarta yang menggunakan Halte Bank Indonesia tetap terlayani, dua halte Transjakarta sementara sebagai pengganti Halte Bank Indonesia akan dibangun. Pembangunan kedua halte sementara tersebut berlangsung mulai 17 – 25 Oktober 2020," ujar William, Jumat (16/10).

Dikatakan William, kedua halte sementara tersebut akan berada di depan Thamrin 10 Food & Creative Park untuk arah Blok M dan di depan Bank Indonesia untuk arah Kota.

"Pemilihan lokasi sudah dikoordinasikan dan dikonsultasikan dengan berbagai pihak seperti, Dishub DKI Jakarta dan PT Transjakarta. Desain fisik kedua halte pengganti tersebut akan dibangun seperti halte permanen, dan sesuai dengan standar pelayanan minimum untuk Halte Transjakarta," katanya.

Untuk mendukung pekerjaan pembangunan halte sementara Transjakarta, sambung William, diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan pada tanggal 17 - 25 Oktober 2020, mulai pukul 22.00 - 05.00, di depan Thamrin 10 Food & Creative Park dan di depan Bank Indonesia, dengan detail sebagai berikut;

Pertama, Jl MH Thamrin di depan Thamrin 10 Food & Creative Park arah Blok M dan Jl MH Thamrin depan Bank Indonesia arah Kota, yang semula terdiri dari empat lajur kendaraan regular dan satu lajur Transjakarta (4+1), akan menjadi dua lajur kendaraan regular dan satu lajur Transjakarta (2+1).

Kedua, rambu-rambu lalu lintas dan barriers akan dipasang sebelum pekerjaan dimulai.

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama dengan kontraktor pelaksana (Shimizu-Adhi Karya Joint Venture) senantiasa mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan kerja dalam setiap pekerjaan. PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung.

"Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek MRT Jakarta Fase 2. Selain itu, kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memerhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas konstruksi di lapangan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Operasional MRT Jakarta Kembali Normal

Operasional MRT Jakarta Kembali Normal

Rabu, 14 Oktober 2020 2633

Jadwal Operasional MRT Berubah, Ini Perubahanya

Berikut Kebijakan Operasional MRT Mulai 12 Oktober 2020

Senin, 12 Oktober 2020 2763

Wagub Tinjau Fasilitas Publik Yang Terdampak Unras di Tiga Lokasi

Wagub Tinjau Fasilitas Publik yang Terdampak Unras di Tiga Lokasi

Sabtu, 10 Oktober 2020 3335

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 933

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 688

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 867

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1221

Pompa Jaksel Siap Hadapi Musim Hujan tiyo

Pemprov DKI Pastikan Gerak Cepat Tangani Genangan

Selasa, 05 Mei 2026 599

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks