Selasa, 04 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor: Lopi Kasim
4469
(Foto: doc)
Gedung Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur ambruk, Senin (3/3) sekitar pukul 14.00. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Hanya saja, sejumlah peralatan dapur umum yang biasa digunakan untuk penanganan bencana, serta mejadan kursi yang ada di dalamnya rusak tertimpa reruntuhan bangunan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, gedung SKKT seluas 10 x 25 meter ini ambruk hingga seluruh atapnya mengenai lantai bangunan.
Jaxc (40), salah seorang staf Kelurahan Cipinang Melayu mengatakan, saat kejadian ia sedang berdiri bersama rekan-rekannya di depan gedung. Tiba-tiba bangunan setinggi 5 meter itu atapnya ambruk ke lantai. Seluruh pegawai kelurahan pun terkejut dan langsung mendatangi gedung SKKT yang letaknya persis di belakang kantor kelurahan.
"Kita lagi ngobrol di depan, tahu-tahu bunyi seperti bangunan ambruk kencang sekali. Pas dilihat, atap gedung SKKT sudah ambruk ke lantai semua," ujar Jaxc, Selasa (4/3).
Dikatakan Jaxc, di dalam gedung SKKT itu terdapat banyak peralatan dapur umum yang biasa digunakan saat penanganan bencana. Peralatan tersebut, seperti kompor gas, panci, penggorengan, genset, meja kursi, podium, dan alat fogging yang seluruhnya mengalami kerusakan lantaran tertimpa reruntuhan bangunan.
Gedung ini biasanya digunakan untuk rapat karang taruna dan pengurus RW di Kelurahan Cipinang Melayu serta biasa digunakan untuk penyimpanan beras miskin. Rencananya, gedung itu juga akan dijadikan tempat penyimpanan 280 kotak suara Pemilu 2014.
Lurah Cipinang Melayu, Saeful Hayat mengaku, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Sudin Sosial Jakarta Timur. Bahkan, pihak Sudin Sosial sudah mengecek kondisi bangunan yang ambruk tersebut. Hanya saja, saat ini pintu SKKT dikunci rapat, karena menunggu proses pemeriksaan pihak terkait. "Kami sudah laporkan kasus ini ke Sudin Sosial Jakarta Timur. Kami berharap cepat diatasi karena bangunan ini aktif digunakan untuk kegiatan warga," kata Saeful Hayat.
Sementara, Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur, Masyudi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak aktif. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Sudin Sosial Jakarta Timur.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
881
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
804
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1180
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga