Angka Kelahiran di DKI Meningkat

Senin, 16 Februari 2015 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 10308

Ahok Terkejut Tingkat Kelahiran di DKI Meningkat

(Foto: Yopie Oscar)

Program Keluarga Berencana (KB) di DKI Jakarta selama 10 tahun terakhir dinilai mengalami kemunduran. Buktinya angka kelahiran terus melonjak. Bahkan saat ini jumlah penduduk di ibu kota sudah mencapai 10,2 juta jiwa atau meningkat dari 9,5 juta jiwa pada 2010 lalu.

Idealnya tingkat kelahiran di DKI hanya 2.0. Sebab jika sulit ditekan, maka akan timbul masalah sosial, seperti kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan dan sebagainya

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI, Dien Emmawati menjelaskan, berdasarkan data BPMPKB, sejak 2010-2014 telah terjadi kenaikan pertumbuhan penduduk sebesar 1,43 persen. Bahkan tingkat kelahiran selama 10 tahun terakhir turut naik dari 2.1 menjadi 2.3.

"Idealnya tingkat kelahiran di DKI hanya 2.0. Sebab jika sulit ditekan, maka akan timbul masalah sosial, seperti kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan dan sebagainya," kata Dien di gedung BKKBN di Jalan Halim Permata, Jakarta Timur, Senin (16/2).

Dien mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menekan tingkat kelahiran dan pertumbuhan penduduk. Ia menjelaskan, pihaknya membutuhkan waktu 5-7 tahun untuk menekan tingkat kelahiran hingga ke angka 2.0.

Menurut Dien, program ini akan berhasil apabila didukung kader penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) yang mau bekerja keras dengan turun ke lapangan. Mereka diharapkan mengampanyekan pentingnya KB dan harus memastikan bahwa masyarakat sudah mengikuti program KB dengan menggunakan kontrasepsi yang ada.

"Untuk melakukan kampanye KB ini kami akan menempatkan petugas ke tempat-tempat keramaian, seperti pasar tradisional, rumah susun, daerah kumuh dan sebagainya," jelas Dien.

Sementara itu, Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama mengaku terkejut melihat tingginya tingkat kelahiran dan pertumbuhan penduduk di DKI ini. Ia pun meminta agar BPMPKB DKI berupaya menekan angka tersebut.

"Kami juga cukup kaget dengan BPMPKB kenapa melempem. Makanya saya tempatkan Bu Dien Emmawati. Saya masih ingat, lagu KB itu diulang-ulang di TVRI untuk sosialisasi, sangat gencar. Saya akui program KB Pak Harto saat itu sangat bagus. Namun begitu reformasi, segalanya yang berbau Orde Baru itu ditinggalkan," terang Basuki.

Basuki menuturkan, Pemprov DKI berencana menghapus seluruh kawasan kumuh di Jakarta. Caranya dengan memindahkan seluruh warganya dari kawasan kumuh itu ke rumah susun. Nantinya di setiap rumah susun akan dilengkapi dengan sarana pendidikan dan kesehatan.

BERITA TERKAIT
3 Ketua TP PKK Tingkat Kota dan 1 Tingkat Kabupaten Dilantik

PKK DKI Dipercaya Kelola Ruang Publik

Selasa, 27 Januari 2015 9035

foto pembuatan ektp dok bj

300 Ribu Warga DKI Belum Terima e-KTP

Minggu, 07 Desember 2014 4892

Pemkot Jaktim Akan Buat 10 Taman Layak Anak

9 Taman Layak Anak Akan Dibangun di Jaktim

Selasa, 02 Desember 2014 6425

Pemkot Jaktim Kembangkan Sampah Jadi Energi Biogas

Jaktim Kembangkan Sampah Jadi Energi Biogas

Selasa, 25 November 2014 6949

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7108

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4798

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1867

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2467

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1008

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks