Kota Malang Ingin Tiru Sistem Parkir Jakarta

Rabu, 11 Februari 2015 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 5722

Kota Malang Ingin Tiru Sistem Parkir Jakarta

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menerapkan sistem parkir meter di ibu kota untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir diapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Bahkan, Walikota Malang M Anton bersama jajarannya langsung menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota untuk belajar meningkatkan PAD dari retribusi parkir, penataan transportasi, dan pelayanan publik.

PAD dari parkir kecil, cuma Rp 3 miliar. Sekarang kami naikkan jadi Rp 5 miliar. Padahal kalau sistemnya baik, bisa naik jadi 100 persen. Bisa Rp 10 miliar. Makanya pakai uang elektronik bagus sekali, ini salah satu inovasi

"Tadi ingin menimba ilmu dari Pak Ahok, sudah dijadwalkan bertemu di antaranya bagaimana Malang ingin menghasilkan peningkatan PAD dari retribusi parkir dan masalah transportasi dan pelayanan publik," ujar M Anton di Balaikota, Rabu (11/2).

Dikatakan Anton, dengan mencontoh sistem pembayaran elektronik dalam parkir meter yang telah diterapkan di Jakarta, diharapkan ke depan PAD kota Malang akan meningkat.

"PAD dari parkir kecil, cuma Rp 3 miliar. Sekarang kami naikkan jadi Rp 5 miliar. Padahal kalau sistemnya baik, bisa naik jadi 100 persen. Bisa Rp 10 miliar. Makanya pakai uang elektronik bagus sekali, ini salah satu inovasi," ungkapnya.

Sebelumnya, kata Anton, pihaknya juga telah meniru teknologi pajak yang diterapkan oleh Pemprov DKI saat dipimpin oleh Gubernur Joko Widodo.

"Ternyata saat diterapkan di kota Malang sangat luar biasa. 80 Persen peningkatan pajak secara online, satu tahun kami dapat Rp 100 miliar. Sekarang, kami ingin tambah PAD dari parkir. Kami lihat sistem elektronik biarpun belum efisien, tapi sangat bagus. Jadi kami ingin kolaborasi kan. Malang hampir sama dengan DKI," ujarnya.

Ia pun berharap Malang di masa mendatang dapat menjadi kota wisata yang lebih menarik lagi. Sebab, karakteristik Kota Malang dilihat dari kepadatan penduduk hampir serupa dengan Jakarta. Untuk itu, dia ingin belajar mengelaborasi manajamen pengelolaan kota dari Pemprov DKI.

"Malang juga kota wisata, kota pendidikan dan penduduknya banyak. Jadi kami ingin kolaborasikan. Malang hampir sama dengan DKI Jakarta. Jadi memang saya lihat penguraian kemacetannya bagus. Jakarta itu ibarat orang sakit sudah kronis. Nah, Malang belum tapi sudah ada penyakit. Kalau dibiarkan, bisa kronis juga pada 5-10 tahun ke depan," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Basuki Minta Petugas Jukir Bersikap Tegas

Ahok: DKI Akan Jadi Model Cashless Society

Kamis, 29 Januari 2015 6263

gub peresmian e money parkir meter

Ahok Optimistis Parkir Meter Bisa Tingkatkan PAD

Kamis, 29 Januari 2015 5562

Wagub dan PM Thailand

Djarot Undang Investor Asal Thailand Berinvenstasi di Jakarta

Kamis, 05 Februari 2015 3985

palu_sidang_uang_apbd.jpg

Dewan Targetkan APBD DKI 2015 Disahkan 16 Februari

Senin, 12 Januari 2015 8881

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9239

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3207

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3629

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1924

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1489

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks