Kota Malang Ingin Tiru Sistem Parkir Jakarta

Rabu, 11 Februari 2015 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 5830

Kota Malang Ingin Tiru Sistem Parkir Jakarta

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menerapkan sistem parkir meter di ibu kota untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir diapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Bahkan, Walikota Malang M Anton bersama jajarannya langsung menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota untuk belajar meningkatkan PAD dari retribusi parkir, penataan transportasi, dan pelayanan publik.

PAD dari parkir kecil, cuma Rp 3 miliar. Sekarang kami naikkan jadi Rp 5 miliar. Padahal kalau sistemnya baik, bisa naik jadi 100 persen. Bisa Rp 10 miliar. Makanya pakai uang elektronik bagus sekali, ini salah satu inovasi

"Tadi ingin menimba ilmu dari Pak Ahok, sudah dijadwalkan bertemu di antaranya bagaimana Malang ingin menghasilkan peningkatan PAD dari retribusi parkir dan masalah transportasi dan pelayanan publik," ujar M Anton di Balaikota, Rabu (11/2).

Dikatakan Anton, dengan mencontoh sistem pembayaran elektronik dalam parkir meter yang telah diterapkan di Jakarta, diharapkan ke depan PAD kota Malang akan meningkat.

"PAD dari parkir kecil, cuma Rp 3 miliar. Sekarang kami naikkan jadi Rp 5 miliar. Padahal kalau sistemnya baik, bisa naik jadi 100 persen. Bisa Rp 10 miliar. Makanya pakai uang elektronik bagus sekali, ini salah satu inovasi," ungkapnya.

Sebelumnya, kata Anton, pihaknya juga telah meniru teknologi pajak yang diterapkan oleh Pemprov DKI saat dipimpin oleh Gubernur Joko Widodo.

"Ternyata saat diterapkan di kota Malang sangat luar biasa. 80 Persen peningkatan pajak secara online, satu tahun kami dapat Rp 100 miliar. Sekarang, kami ingin tambah PAD dari parkir. Kami lihat sistem elektronik biarpun belum efisien, tapi sangat bagus. Jadi kami ingin kolaborasi kan. Malang hampir sama dengan DKI," ujarnya.

Ia pun berharap Malang di masa mendatang dapat menjadi kota wisata yang lebih menarik lagi. Sebab, karakteristik Kota Malang dilihat dari kepadatan penduduk hampir serupa dengan Jakarta. Untuk itu, dia ingin belajar mengelaborasi manajamen pengelolaan kota dari Pemprov DKI.

"Malang juga kota wisata, kota pendidikan dan penduduknya banyak. Jadi kami ingin kolaborasikan. Malang hampir sama dengan DKI Jakarta. Jadi memang saya lihat penguraian kemacetannya bagus. Jakarta itu ibarat orang sakit sudah kronis. Nah, Malang belum tapi sudah ada penyakit. Kalau dibiarkan, bisa kronis juga pada 5-10 tahun ke depan," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Basuki Minta Petugas Jukir Bersikap Tegas

Ahok: DKI Akan Jadi Model Cashless Society

Kamis, 29 Januari 2015 6383

gub peresmian e money parkir meter

Ahok Optimistis Parkir Meter Bisa Tingkatkan PAD

Kamis, 29 Januari 2015 5692

Wagub dan PM Thailand

Djarot Undang Investor Asal Thailand Berinvenstasi di Jakarta

Kamis, 05 Februari 2015 4134

palu_sidang_uang_apbd.jpg

Dewan Targetkan APBD DKI 2015 Disahkan 16 Februari

Senin, 12 Januari 2015 9000

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7144

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4832

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2337

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2531

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1183

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks