Cerita Pengorbanan Dewi Tangani Pasien COVID-19

Minggu, 19 April 2020 Reporter: Mustaqim Amna Editor: Andry 4063

Cerita Kekhawatiran Dewi Tangani Pasien COVID-19

(Foto: Mustaqim Amna)

Sejak Coronavirus Disease (COVID-19) masuk ke Indonesia, para tenaga medis dituntut harus bekerja ekstra dengan mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran. Di balik tugas dan tanggung jawabnya yang berat itu, mereka juga masih dihadapkan dengan rasa khawatir saat menangani pasien COVID-19.

Kadang susah menemukan letak pembuluh darah pasien

Situasi inilah yang dialami Dewi Ambarwati (30), seorang perawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur selama merawat pasien COVID-19. Warga Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur ini merupakan salah satu dari sekian tenaga medis yang berperang langsung dengan wabah Corona sejak 12 Maret 2020 lalu.

Ketika pertama kali bertugas, Dewi mengaku sempat mengalami kendala sewaktu memasangkan infus kepada pasien COVID-19 yang dalam sehari bisa mencapai lima hingga delapan orang.

"Kadang susah menemukan letak pembuluh darah pasien. Sehingga kita terpaksa pakai handscoon tiga lapis," ujarnya kepada Beritajakarta.id, Minggu (19/4).

Dewi juga menceritakan pengalamannya saat mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang bisa mencapai tujuh hingga 11 jam mengikuti situasi di lapangan. Kondisi tidak nyaman memakai APD itu bercampur dengan rasa lelah, haus dan lapar yang harus ditahan.

"Yang saya rasakan pakai APD itu panas, gerah, jari-jari kaku dan pandangan kurang jelas karena faceshield berembun. Tapi itu semua harus saya pakai demi keamanan," tuturnya.

Di tengah kondisi tidak menentu, Dewi harus pula menjaga jarak dengan balita dan anggota keluarganya setelah selesai bertugas dari rumah sakit dan di tiba rumah.

"Sebisa mungkin saya jaga jarak dan pisah kamar dengan anggota keluarga lain. Apalagi saya punya balita," ujar ibu dua anak ini.

Walau demikian, Dewi merasa beruntung karena perjuangannya di garda terdepan melawan virus COVID-19 mendapat dukungan penuh dari keluarga dan kerabat terdekat.

"Alhamdulillah keluarga mendukung. Mereka selalu menenangkan saya. Saya harap wabah ini cepat berakhir biar kita semua bisa berkumpul kembali di rumah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kisah Dokter Spesilais Paru yang Tangani Pasien Covid-19

Cerita Tenaga Medis, Berjibaku Tangani Pasien COVID-19 hingga Lawan Kecemasan

Jumat, 17 April 2020 5122

Pengalaman Perawat di Koja Mulai dari Disoraki hingga Digoda Pasien

Kisah Anggota Tim Penyelidikan Epidemiologi COVID-19 di Koja

Sabtu, 18 April 2020 9465

Kisah Erma, Tim Medis Puskesmas Kecamatan Senen Dalam Memerangi Covid-19 di Ibukota

Pengalaman Erma Perangi Wabah COVID-19 di Puskesmas Senen

Jumat, 17 April 2020 7111

BERITA POPULER
IMG 20260225 WA0053

Pengendara Diminta Tak Lintasi Jalan Kampung Kramat

Rabu, 25 Februari 2026 23729

IMG 20260219 WA0043

Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

Kamis, 19 Februari 2026 6758

IMG 20260221 WA0050

Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

Sabtu, 21 Februari 2026 3547

Pelepasan jenazah Harianto Badjoeri tiyo

Kasatpol PP DKI Periode 2005-2010 Harianto Badjoeri Wafat

Senin, 23 Februari 2026 1864

IMG 20260221 WA0159

Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

Sabtu, 21 Februari 2026 1915

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks