Pengalaman Erma Perangi Wabah COVID-19 di Puskesmas Senen

Jumat, 17 April 2020 Reporter: Adriana Megawati Editor: Andry 7067

Kisah Erma, Tim Medis Puskesmas Kecamatan Senen Dalam Memerangi Covid-19 di Ibukota

(Foto: Adriana Megawati)

Perjuangan Erma Handayani dalam memerangi wabah Coronavirus Disease (COVID-19) bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, di tengah kondisi seperti ini, wanita yang bekerja sebagai Kasatpel Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tersebut harus memberanikan diri menangani pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Semua sudah kita tangani sesuai arahan dari Dinas Kesehatan

Sama halnya seperti tenaga medis lainnya, Erma bisa dibilang sudah piawai melakukan sreening melalui alat rapid test atau swab terhadap pasien dengan keluhan demam di atas 37 derajat celsius, batuk, pilek dan gejala lain yang mengindikasikan gejala COVID-19.

"Semua sudah kita tangani sesuai arahan dari Dinas Kesehatan. Termasuk mendeteksi gejala pasien ODP. Itu sudah ada di pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19," katanya kepada Beritajakarta.id, Jumat (17/4).

Ia bercerita pernah menangani pasien dengan kategori ODP yang tidak bisa datang ke puskesmas karena kondisi tertentu. Bersama petugas medis lainnya, pasien tersebut akhirnya dijemput ke kediamannya kemudian diperiksa dengan alat rapid test dan swab. 

"Kedua tes itu merupakan pendeteksi awal apakah pasien terkena virus Corona atau tidak. Karena itu kita paksakan jemput bola ke rumah pasien tersebut dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD)," tuturnya.

Menurut Erma, sesuai dengan prosedur kesehatan, apabila terdapat pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan dapat dirujuk ke Wisma Atlet di Kemayoran. Sebaliknya jika pasien positif COVID-19 dengan gejala berat langsung dirujuk ke rumah sakit besar rujukan pemerintah.

"Di tiap Kecamatan ada tempat isolasi bagi pasien COVID-19 yang disediakan lintas sektor," sambungnya.

Erma menuturkan, saat ini di Puskesmas Kecamatan Senin telah dipisahkan layanan bagi pasien Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dengan pasien COVID-19. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di lingkungan tempatnya bekerja.

"Layanan kita pisahkan supaya pasien yang tidak mengalami batuk pilek, tidak tertular. Akses keluar pintu masuk dua layanan ini juga dibedakan. Kita juga anjurkan pasien mengenakan masker ketika datang ke puskesmas," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Cerita Semangat Kepala IGD RSUD Cempaka Putih Dalam Melawan Corona

Cerita Semangat Kepala IGD RSUD Cempaka Putih Bantu Tangani Pasien Corona

Jumat, 17 April 2020 5097

Dharma Jaya dan Food Station Salurkan 30.000 Paket Ke Warga DKI Jakarta

30 Ribu Paket Kebutuhan Pokok Didistribusikan untuk Warga Terdampak COVID-19

Jumat, 17 April 2020 2975

BERITA POPULER
Sudin Parekraf Jaktim gelar panggung hiburan sambil galang donasi di Velodrome

Warga Jaktim! Nyok Nikmati Hiburan Sambil Berdonasi di Velodrome

Senin, 29 Desember 2025 2034

APBD 2026 Telah Disahkan, DKI Soroti 5 Isu Strategis

APBD 2026 Telah Disahkan, DKI Soroti Lima Isu Strategis

Sabtu, 27 Desember 2025 1815

Pengawasan Kembang Api di Malam Tahun Baru Libatkan Petugas Gabungan

Petugas Gabungan Pantau Penggunaan Kembang Api di Tempat Hiburan

Rabu, 31 Desember 2025 866

Perayaan tahun baru tanpa kembang api di Jakarta tetap bermakna

Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru di Jakarta Tetap Bermakna

Minggu, 28 Desember 2025 1220

Dirut PAM Jaya menjelaskan operasional IPA mobile kepada Gubernur DKI Jakarta

Pemprov DKI Kirim Armada Penyedia Air Bersih ke Lokasi Terdampak Bencana Sumatra

Rabu, 31 Desember 2025 616

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks