Pengalaman Erma Perangi Wabah COVID-19 di Puskesmas Senen

Jumat, 17 April 2020 Reporter: Adriana Megawati Editor: Andry 7234

Kisah Erma, Tim Medis Puskesmas Kecamatan Senen Dalam Memerangi Covid-19 di Ibukota

(Foto: Adriana Megawati)

Perjuangan Erma Handayani dalam memerangi wabah Coronavirus Disease (COVID-19) bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, di tengah kondisi seperti ini, wanita yang bekerja sebagai Kasatpel Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tersebut harus memberanikan diri menangani pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Semua sudah kita tangani sesuai arahan dari Dinas Kesehatan

Sama halnya seperti tenaga medis lainnya, Erma bisa dibilang sudah piawai melakukan sreening melalui alat rapid test atau swab terhadap pasien dengan keluhan demam di atas 37 derajat celsius, batuk, pilek dan gejala lain yang mengindikasikan gejala COVID-19.

"Semua sudah kita tangani sesuai arahan dari Dinas Kesehatan. Termasuk mendeteksi gejala pasien ODP. Itu sudah ada di pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19," katanya kepada Beritajakarta.id, Jumat (17/4).

Ia bercerita pernah menangani pasien dengan kategori ODP yang tidak bisa datang ke puskesmas karena kondisi tertentu. Bersama petugas medis lainnya, pasien tersebut akhirnya dijemput ke kediamannya kemudian diperiksa dengan alat rapid test dan swab. 

"Kedua tes itu merupakan pendeteksi awal apakah pasien terkena virus Corona atau tidak. Karena itu kita paksakan jemput bola ke rumah pasien tersebut dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD)," tuturnya.

Menurut Erma, sesuai dengan prosedur kesehatan, apabila terdapat pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan dapat dirujuk ke Wisma Atlet di Kemayoran. Sebaliknya jika pasien positif COVID-19 dengan gejala berat langsung dirujuk ke rumah sakit besar rujukan pemerintah.

"Di tiap Kecamatan ada tempat isolasi bagi pasien COVID-19 yang disediakan lintas sektor," sambungnya.

Erma menuturkan, saat ini di Puskesmas Kecamatan Senin telah dipisahkan layanan bagi pasien Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dengan pasien COVID-19. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di lingkungan tempatnya bekerja.

"Layanan kita pisahkan supaya pasien yang tidak mengalami batuk pilek, tidak tertular. Akses keluar pintu masuk dua layanan ini juga dibedakan. Kita juga anjurkan pasien mengenakan masker ketika datang ke puskesmas," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Cerita Semangat Kepala IGD RSUD Cempaka Putih Dalam Melawan Corona

Cerita Semangat Kepala IGD RSUD Cempaka Putih Bantu Tangani Pasien Corona

Jumat, 17 April 2020 5347

Dharma Jaya dan Food Station Salurkan 30.000 Paket Ke Warga DKI Jakarta

30 Ribu Paket Kebutuhan Pokok Didistribusikan untuk Warga Terdampak COVID-19

Jumat, 17 April 2020 3152

BERITA POPULER
IMG 20260714 WA0016

Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

Selasa, 14 Juli 2026 7128

Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 1899

Ima mahdia dprd dki

DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Selasa, 14 Juli 2026 1779

3.Final Piala Dunia 2026 Jadi Pesta Rakyat

Rano Sebut Festival Rakyat Bola Gembira Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

Senin, 20 Juli 2026 594

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 480

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks