Mereka Berbagi Pengalaman Berhasil Sembuh dari COVID-19

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Kamis, 16 April 2020 20:03 WIB | Dibaca 13208 kali
Mereka Berbagi Pengalaman Berhasil Sembuh dari COVID-19 (Foto : Ilustrasi / Beritajakarta.id)

Pasien sembuh dari Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia meningkat pesat pada Kamis (16/4) dengan jumlah 102 pasien. Saat ini total pasien sembuh COVID-19 di Indonesia menjadi 540 orang, khusus di Jakarta pasien sembuh COVID-19 hingga hari ini mencapai 202 orang.

" Selalu berpikir positif"

Menjalani masa-masa sulit melawan COVID-19 dan berhasil sembuh menjadi pengalaman dan cerita tersendiri bagi para pasien. Cerita penuh inspirasi ini salah satunya disampaikan Melati (16) yang saat ini sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Melati (16) mengatakan, dirinya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. 

"Awalnya sempat stres, tapi dukungan dari keluarga membuat saya terus bersemangat. Kebetulan ruangan saya dibatasi kaca pembatas tembus pandang jadi saya dan mama bisa tetap saling komunikasi meski tidak secara langsung," ujarnya kepada Beritajakarta.id belum lama ini.

Melati menuturkan, nafsu makannya muncul setelah dibawakan makanan buatan ibunya dan makanan ringan (snack). Alhasil, berat badan Melati justru bertambah.

"Saya lagi mau ngurusin badan. Soalnya saat di rumah sakit saya lumayan banyak makan," ungkapnya.

Melati juga mengaku mendapat dukungan dari teman dan sahabat ibunya. Dirinya tergabung dalam grup Whatsapp yang beranggotakan pasien COVID-19 dari klaster yang sama, termasuk ibu dan rekannya yang negatif COVID-19.  

"Awal dirawat saya sempat nangis. Mama akhirnya bikin grup untuk support sesama pasien. Mama dan sahabatnya yang negatif juga ikut di grup itu. Di grup itu kita coba tidak boleh ada yang ngeluh. Kita coba membuat percakapan dengan suasana ceria supaya tidak stres," ucapnya.

Menurutnya, selama di ruang isolasi dirinya menghabiskan waktu dengan menonton film dan bermain gim melalui telepon genggam, menari Salsa, dan memperbanyak istirahat. 

"Kesembuhan saya ini tidak terlepas dari dukungan tenaga medis yang selama ini merawat dirinya. Selain dukungan mama dan pasien positif lainnya, tim medis juga support saya. Tim medisnya ramah," terangnya.

Tidak kalah penting, sambung Melati, untuk menunjang kesembuhan perlu selalu berpikir positif. Salah satunya dengan menghindari informasi atau berita terkait COVID-19 karena hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang dapat menurunkan daya tahan atau imun tubuh. 

"Positive thinking, soalnya kalau mikir yang negatif pasti imunnya drop. Jangan mengikuti berita yang belum pasti sumber dan kebenarannya atau berita hoaks," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Sunar (53), pasien COVID-19 yang telah berhasil sembuh setelah menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu selama 27 hari.

"Motivasi dan dukungan keluarga membuat saya semakin kuat keinginan untuk sembuh. Awalnya tidak selera makan, berkat dukungan istri saya berpikir dengan makan dan minum vitamin justru mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh," jelasnya.

Sunar menambahkan, dirinya berupaya melawan rasa cemas yang ada dalam dirinya dengan selalu berpikir positif bahwa dirinya bisa sembuh dari COVID-19. Perlahan Sunar dapat mengatasi kecemasan dan bersemangat di hari berikutnya.

"Saya sampai bikin jadwal sendiri, setelah salat Subuh saya tidak langsung tidur, tapi olahraga gerakin badan dengan jalan-jalan di ruang isolasi jaga kondisi, kemudian istirahat dan konsumsi banyak air mineral," kata Sunar.

Selama di ruang isolasi, Sunar mencari berita-berita dan informasi positif terkait pasien yang berhasil sembuh dari COVID-19.

"Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan tenaga medis. Tenaga medis yang menangani sangat banyak pengorbanannya, bahkan mereka terpaksa tidak bertemu keluarga, tidak tinggal di rumah," bebernya.

Pasien positif COVID-19 yang juga berhasil sembuh, Rani Mauliani (42) menceritakan pengalamannya saat melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. 

Rani menjelaskan, berdasarkan hasil swab dirinya dinyatakan positif COVID-19 yang diduga kuat terpapar dari suami. Akan tetapi, dirinya tidak mengalami gejala atau keluhan. Untuk itu, atas saran dokter dirinya diminta untuk menjalankan isolasi mandiri. 

"Selama mengisolasi diri saya menjaga jarak dengan orang di rumah, dan kebetulan anak sebelumnya sudah saya titip di rumah saudara. Saran dokter kalau ada sakit baru ke rumah sakit. Saya kebetulan mendapat asistensi dari tiga dokter, ada dokter pribadi dan dari Dinas Kesehatan," terangnya.

Rani menjelaskan, selama 14 hari dirinya fokus melakukan aktivitas yang membuat suasana hatinya senang dan menjaga daya tahan tubuh terjaga. 

Selain itu, dirinya juga rutin mengonsumsi ramuan herbal untuk memperkuat imun, obat antivirus, antibiotik, serta vitamin sesuai petunjuk dokter. 

"Saya berusaha bikin mood saya happy seperti main Tiktok, jemur badan di bawah matahari, banyak zikir, dan saya cari zona nyaman dengan tidak baca berita, tidak mau dengarin informasi dari orang lain terkait bahaya Covid-19," urainya. 

Rani menyampaikan, berkat dukungan dari keluarga, teman, dan sahabat sangat berarti baginya di tengah kondisi isolasi diri bertarung melawan COVID-19. 

"Saya dapat dukungan luar biasa dari keluarga dan sahabat saya yang setiap hari telepon atau video call. Bahkan, dikirimin buah dan makanan jadi saya tidak perlu ke pasar," katanya. 

Ia berpesan, kepada pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri walaupun positif agar jangan takut karena dengan mengisolasi diri sendiri terbukti bisa sembuh. 

"Hati yang senang adalah obat. Kita harus lawan penyakit ini. Kalau kita bahagia imunnya kebangun, kalau imunnya kuat virus bisa kalah. Saya tidak mau imun saya makin drop, saya bikin suasana supaya tetap bahagia," tuturnya.

Ia meminta, masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta, di masa pandemi COVID-19 untuk mematuhi himbauan pemerintah untuk melakukan kegiatan ataupun pekerjaan di rumah. Bila tidak ada sesuatu yg mendesak dan begitu penting jangan keluar rumah.

"Tetaplah di rumah untuk meminimalisir penularan COVID-19, tetap jaga kesehatan dan kebersihan, terutama rajin cuci tangan serta mengunakan masker dan jaga jarak selalu bila terpaksa harus berpergian. Selain itu, tidak kalah penting adalah banyak berdoa," tandasnya.

TOP