Blusukan ke Pasar, Djarot Dicurhati Bau Sampah

Selasa, 27 Januari 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 6842

Blusukan ke Pasar, Djarot Dicurhati Bau Sampah

(Foto: Erna Martiyanti)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat blusukan ke Pasar Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (27/1). Kedatangan orang nomor dua di ibu kota ini langsung dimanfaatkan para pedagang dan pengunjung pasar untuk menyampaikan keluhannya terhadap kondisi pasar di ibu kota.

Baunya kok nggak enak banget ini. Sudah berapa lama tidak diangkut?

Adapun keluhan yang banyak disampaikan pedagang yakni mengenai sepinya pembeli dan bau sampah menyengat di Pasar Kedoya tersebut. Terlebih, begitu menginjakan kakinya di pasar itu, Djarot juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan pedagang maupun pengunjung pasar yakni soal bau sampah yang menyengat.

"Baunya kok nggak enak banget ini. Sudah berapa lama tidak diangkut?," tanya Djarot sambil menutup hidung dengan tangannya saat berkunjung ke Pasar Kedoya, Selasa (27/1).

Mendapat pertanyaan dari Djarot, Lurah Kedoya, Ahmad Latif mengaku jika sampah di pasar itu diangkut setiap hari. Bahkan Latif mengklaim jika saat itu juga sedang dilakukan pengangkutan sampah. Namun, Djarot tak percaya begitu saja dengan jawaban yang disampaikan sang lurah.

"Tidak mungkin kalau hanya satu hari. Ini pasti sudah seminggu tidak diangkut," seloroh Djarot.

Tak puas dengan jawaban lurah, Djarot pun kemudian memanggil Kepala Pasar Kedoya, Dede Tabrizi. Dari penuturan Dede, diketahui ternyata sampah di pasar itu memang sudah seminggu tidak diangkut. "Kami sudah telepon terus pak, tapi dibilang tidak ada truk-nya. Makanya sudah satu Minggu ini baru diangkut," kilah Dede.

Selain soal sampah, para pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Kedoya.

"Sampahnya bau pak, sudah berminggu-minggu tidak diangkut, jadi pembeli pun nggak mau masuk (pasar)," keluh Sutini, pedagang buah.

Sutini dan pedagang lainnya di Pasar Kedoya pun meminta Djarot menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan pasar. Karena hal itu juga jadi penyebab sepinya pembeli yang masuk ke dalam pasar.

"Pedagang di depan juga ditertibkan pak, kita di sini jadi sepi pembeli," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Djarot Pastikan Pendapatan PNS DKI Ditentukan Kinerja

Djarot Pastikan Pendapatan PNS DKI Ditentukan Kinerja

Senin, 26 Januari 2015 34309

Blusukan Ke Kali Asin, Wagub Boncengi Lurah Pluit

Djarot Tinjau Tanggul Kali Asin Pluit

Rabu, 21 Januari 2015 5376

Blusukan ke Bukit Duri, Djarot Boncengi Lurah

Djarot Minta Lurah dan Camat Tidak Persulit Korban Banjir

Kamis, 22 Januari 2015 5105

Semua Minimarket 24 Jam Tak Berizin

Minimarket Tidak Boleh Lagi Masuk Perkampungan

Rabu, 21 Januari 2015 6830

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7106

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4794

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1842

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2457

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 994

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks