31 Gubuk Liar di Jl Sultan Agung Dibongkar

Selasa, 25 Februari 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Lopi Kasim 2565

gubuk_liar_kbb_bongkar_yossy.jpg

(Foto: doc)

Sebanyak 31 gubuk liar yang berdiri di sepanjang bantaran Kanal Banjir Barat (KBB), tepatnya di Jl Sultan Agung, Pasar Manggis, Jakarta Selatan, dibongkar petugas Satpol PP Kecamatan Setiabudi, Selasa (25/2). Selain melanggar aturan, gubuk liar itu juga menimbulkan kesan kumuh dan semrawut.  

“Kamilakukan penertiban di sepanjang bantaran Banjir Kanal Barat di Jalan Sultan Agung ini, yaitu gubuk-gubuk yang didirikan secara liar,” ujar Jakino, Kasatgas Satpol PP Kecamatan Setiabudi, Selasa (25/2).

Dikatakan Jakino, terdapat 31 gubuk yang didirikan menggunakan bambu, kayu, dan bahan-bahan seadanya. Hal ini jelas melanggar dan mengganggu pemandangan kota Jakarta yang saat ini sedang gencar menata lingkungan. “Ada 31 gubuk di sepanjang kira-kira 2 kilometer ini. Gubuk berdiri dibantaran ini memang kalau dari jalan tidak terlihat, karena hanya setinggi tembok pembatas antara jalan dan bantaran yang sekitar 2 meter,” katanya.

Lurah Pasar Manggis, Joko Patmono mengatakan, mereka yang mendirikan gubuk di bantaran kali ini merupakan warga pendatang dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Mereka ini kebanyakan menjadi pengemis atau pengamen. “Mereka ini KTP-nya luar Jakarta. Ya, kebanyakan pengemis, pemulung, gelandangan, dan pengamen yang tidak memiliki tempat tinggal,” tuturnya.

Proses pembongkaran, kata Joko, melibatkan 50 personel gabungan dari Satpol PP, Sudin Kebersihan, Sudin Sosial, Polisi, dan TNI tersebut berjalan dengan aman. Para pemilik gubuk pun tidak melakukan perlawanan karena menyadari kesalahannya. “Kita sudah peringati 2 hari yang lalu untuk tidak membuat bangunan di bantaran kali ini. Makanya mereka sudah tahu memang akan dibongkar,” ungkapnya.

Kedepan, lanjut Joko, bantaran kali tersebut akan ditanami pohon dan dijadikan jalur hijau. “Akan diurus sama Sudin Pertamanan nanti. Sepanjang ini akan ditanami rerumputan dan pohon mahoni agar lebih indah,” ucapnya.

Untuk penjagaan, tambah Joko, tidak ada personel khusus yang ditempatkan. Hanya patroli rutin dari aparat kelurahan dan Satpol PP Kecamatan Setiabudi yang terus memantau. “Tidak ada yang khusus menjaga. Tapi kalau memang mereka masih di sini, akan kita tindak. Kan mereka termasuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) akan kita angkut dan pulangkan ke daerah masing-masing,” tandasnya
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2509

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 966

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 409

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks