Kale Bakal Dijadikan Ikon Urban Farming di Kelurahan Glodok

Jumat, 28 Juni 2019 Reporter: Maulana Khamal Macharani Editor: Toni Riyanto 3707

Kale Bakal Dijadikan Ikon Urban Farming di Kelurahan Glodok

(Foto: Maulana Khamal Macharani)

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat akan menjadikan sayuran kale atau yang dalam bahasa latin disebut brassica oleracea acephala sebagai ikon urban farming atau pertanian perkotaan di wilayah Kelurahan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.

Terlebih DKPKP telah melirik kawasan ini sebagai lokasi budidaya tanaman kale,

Sekretaris Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, kale kaya akan manfaat seperti, vitamin K, vitamin A, vitamin C, mineral, serta, hingga antioksidan.

"Dari sejumlah literasi, mengonsumsi kale dapat melindungi fungsi jantung, mengontrol tekanan darah, hingga mencegah kanker," ujarnya, di Gang Hijau Cemara, RT 09/05, Kelurahan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (28/6).

Eli menjelaskan, karena kaya akan manfaat, kale menjadi salah satu sayuran yang saat ini sangat diminati, terutama oleh para vegetarian.

"Peminat sangat banyak, ini menjadi potensi agar budidaya kale bisa terus dikembangkan di Kelurahan Glodok hingga bisa menjadi ikon khusus urban farming di sini," terangnya.

Pemrakarsa Gang Hijau Cemara, Kusmiati menuturkan, dirinya mengawali kegiatan penghijauan di lingkungan permukiamnnya sejak tahun 2012. Kemudian, di tahun 2017 diberikan pendampingan oleh Dinas KPKP DKI Jakarta dan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat.

"Saat ini kami sedang menggiatkan budidaya kale menggunakan pot sebagai media tanam karena kale kurang cocok memakai metode hidroponik," ungkapnya.

Menurutnya, antusiasme warga setempat semakin tinggi untuk ikut berpartisipasi melakukan urban farming hingga dibentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Glodok.

"Kami terus berinovasi untuk membuat produk olahan dari kale seperti, smoothies, salad, dan kue," ucapnya.

Sementara, Kepala Satuan Pelaksana KPKP Kecamatan Taman Sari, Jaiz Sartono menuturkan, pihaknya rutin melakukan pendampingan dan penyuluhan kepada seluruh penggiat pertanian perkotaan di Kelurahan Glodok. Termasuk dengan mengajak penggiat pertanian perkotaan tersebut mengikuti program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT)

"Kami juga memfasilitasi pemasaran. Salah satunya saat ada kegiatan Festival Pecinan, kami bersyukur tanaman kale dalam pot yang saat itu kita pasarkan Rp 75 ribu ludes terjual," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pelatihan Urban Farming untuk Warga Harus Lebih Digencarkan

Pelatihan Urban Farming untuk Warga Harus Lebih Digencarkan

Sabtu, 30 September 2017 4767

Dinas KPKP Adakan Pelatihan Peserta Pengembangan Kewirausahaan Terpadu

Dinas KPKP Adakan Pelatihan Peserta Pengembangan Kewirausahaan Terpadu

Rabu, 26 Juni 2019 2421

 Gang Hijau Terus Dikembangkan di Rawasari

Gang Hijau Terus Dikembangkan di Rawasari

Selasa, 16 April 2019 7540

Dinas KPKP Monitoring Gang Hijau Cemara di Keluraham Glodok

Kepala Dinas KPKP Tinjau Gang Hijau Cemara

Jumat, 28 Juni 2019 4145

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9215

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3178

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3606

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1467

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1894

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks