Aparatur Pemprov DKI Wajib Unduh Aplikasi CROP

Senin, 15 Desember 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 27364

Camat Lurah Wajib Unduh Aplikasi CROP

(Foto: Yopie Oscar)

Aplikasi smart city baru saja diluncurkan Pemprov DKI Jakarta, Senin (15/12). Dengan aplikasi ini, diharapkan aspirasi, laporan maupun keluhan warga bisa direspon cepat oleh aparatur Pemprov DKI Jakarta.

Saya lihat sudah banyak yang mengunduhnya, camat sudah semua, lurah di atas 50 persen

Untuk mendukung aplikasi ini, seluruh aparatur Pemprov DKI seperti camat dan lurah diwajibkan mengunduh aplikasi Cepat Respon Opini Publik (CROP). Sedangkan warga bisa mengunduh aplikasi serupa bernama QLUE. Kedua aplikasi tersebut untuk sementara baru bisa diunduh di Playstore melalui smartphone berbasis Android.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Kominfomas) DKI Jakarta, Agus Bambang Setiowidodo mengatakan, baru saja diluncurkan, kedua aplikasi itu sudah mendapatkan respon yang cukup baik. Tercatat, seluruh camat yang berjumlah 44 dan 50 persen lebih lurah telah mengunduh aplikasi CROP.

"Saya lihat sudah banyak yang mengunduhnya, camat sudah semua, lurah di atas 50 persen," ujar Agus Bambang, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (15/12).

Sementara untuk aplikasi QLUE sudah lebih dari 1.000 orang yang mengunduh. Namun, dirinya masih belum bisa menghitung berapa jumlah laporan yang diterima.

Pihaknya, kata Agus Bambang, akan terus mengembangkan kedua aplikasi tersebut agar program smart city dapat sukses diterapkan di ibu kota. Dengan aplikasi itu, warga bisa mengadukan persoalan mengenai, sampah, banjir, kemacetan, joki three in one, parkir liar, keberadaan penyandang masalah kesekahteraan sosial (PMKS) dan lain-lain.

"Ke depan, masyarakat juga bisa mengetahui tempat tidur yang kosong di rumah sakit melalui aplikasi ini," katanya.

Melalui aplikasi QLUE, masyarakat bisa melaporkan segala kejadian di sekitarnya. "Foto dan laporan masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan sistem Jakarta Smart City," ucapnya.

Laporan masyarakat itu, sambung Agus, akan terkoneksi langsung dengan smartcity.jakarta.go.id dan CROP. Sehingga aparat hanya memantau aplikasi CROP untuk bisa menindaklanjuti laporan dari warga. "Harapannya dengan aplikasi ini dapat memberikan layanan kepada masyarakat yang transparan, efektif, dan cepat," tandasnya.

Selain pengaduan, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi smartcity.jakarta.go.id sebagai sumber informasi Pemprov DKI Jakarta. Data yang terintegrasi antara lain jalur fiber optic, tinggi muka air, letak menara, pos polisi, hingga data kependudukan. 

Adapun dashboard aplikasi smart city dikelola melalui control room di Balaikota. Integrasi CCTV juga menjadi keunggulan dashboard ini.

BERITA TERKAIT
Ahok Luncurkan Aplikasi Smart City

Ahok Luncurkan Aplikasi Smart City

Senin, 15 Desember 2014 22228

Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

Rabu, 10 Desember 2014 11631

Basuki Kucurkan Rp 3 Miliar untuk Jakarta Smart City

Basuki Kucurkan Rp 3 Miliar untuk Jakarta Smart City

Rabu, 03 Desember 2014 9940

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9204

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3161

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3595

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1455

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1882

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks