Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

Rabu, 10 Desember 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 11743

Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

(Foto: Wahyu Ginanjar Ramadhan)

Untuk menampung aspirasi maupun keluhan masyarakat agar segera ditindaklanjuti aparat, Pemprov DKI Jakarta akan meluncurkan konsep smart city pada 15 Desember mendatang. Dengan konsep itu, masyarakat bisa dengan cepat melaporkan berbagai kejadian di ibu kota seperti banjir, macet, tumpukan sampah dan lain-lain untuk segera ditindaklanjuti petugas terkait.

Sistemnya sudah siap diluncurkan 15 Desember nanti

Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar mengatakan, selain warga, petugas juga dituntut paham dengan aplikasi tersebut. Pasalnya, petugas wajib merespon dengan cepat laporan masyarakat melalui sistem smart city. "Sistemnya sudah siap diluncurkan 15 Desember nanti," ujar Mara di Balaikota DKI, Rabu (10/12).

Saat ini, kata Mara, pihaknya tengah menyosialisasikan sistem smart city kepada aparat lurah dan camat. Setidaknya ada 43 lurah dan 16 camat yang mengikuti sosialisasi. Mereka dipilih karena, daerahnya rawan banjir dan genangan. "Sosialisasi kita lakukan dulu kepada aparat agar mereka paham. Kebetulan yang kita pilih camat dan lurah di daerah rawan banjir," katanya.

Dikatakan Mara, daerah rawan banjir dinilai paling banyak pengaduan. Dengan adanya sistem ini, maka pihaknya bisa langsung memantau kinerja lurah dan camat di wilayah tersebut. Jika tidak langsung direspon maka akan menjadi bahan penilaian dan evaluasi. "Akan ketahuan kalau tidak merespon. Itu kinerjanya akan dilihat," ucapnya.

Sebanyak 43 lurah yang ikut sosialisasi diantaranya yakni, Lurah Karet Tengsin, Cililitan, Cawang, Pasar Rebo, Kalianyar, Jembatan Besi, Bukit Duri, Pengadegan, Pasar Manggis, Palmerah, Setiabudi, Kebon Melati, Guntur, Kampung Melayu, Petamburan, Kebon Sirih, Senen, Pejagalan, Kota Bambu Selatan dan Cideng.

Sedangkan 16 camat yang ikut serta dalam sosialisasi kali ini diantaranya, Camat Pancoran, Tebet, Grogol, Jatinegara, Jagakarsa, Gambir, Pasar Minggu, dan Tambora.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Agus Bambang menambahkan, ada dua aplikasi yang disiapkan. Yakni aplikasi cepat respon opini publik (crop) yang harus diunduh oleh aparat dan aplikasi untuk masyarakat qlue (beta). "Ada dua aplikasi, satu untuk aparat dan satu lagi yang diunduh oleh masyarakat," katanya.

Rencananya, peluncuran smart city akan dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta. Nantinya, camat dan lurah diminta untuk menyosialisasikan kepada RT, RW, serta warganya terkait sistem ini.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7145

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4833

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2345

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2534

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1183

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks