Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

Rabu, 10 Desember 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 11666

Konsep Smart City Diluncurkan 15 Desember

(Foto: Wahyu Ginanjar Ramadhan)

Untuk menampung aspirasi maupun keluhan masyarakat agar segera ditindaklanjuti aparat, Pemprov DKI Jakarta akan meluncurkan konsep smart city pada 15 Desember mendatang. Dengan konsep itu, masyarakat bisa dengan cepat melaporkan berbagai kejadian di ibu kota seperti banjir, macet, tumpukan sampah dan lain-lain untuk segera ditindaklanjuti petugas terkait.

Sistemnya sudah siap diluncurkan 15 Desember nanti

Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar mengatakan, selain warga, petugas juga dituntut paham dengan aplikasi tersebut. Pasalnya, petugas wajib merespon dengan cepat laporan masyarakat melalui sistem smart city. "Sistemnya sudah siap diluncurkan 15 Desember nanti," ujar Mara di Balaikota DKI, Rabu (10/12).

Saat ini, kata Mara, pihaknya tengah menyosialisasikan sistem smart city kepada aparat lurah dan camat. Setidaknya ada 43 lurah dan 16 camat yang mengikuti sosialisasi. Mereka dipilih karena, daerahnya rawan banjir dan genangan. "Sosialisasi kita lakukan dulu kepada aparat agar mereka paham. Kebetulan yang kita pilih camat dan lurah di daerah rawan banjir," katanya.

Dikatakan Mara, daerah rawan banjir dinilai paling banyak pengaduan. Dengan adanya sistem ini, maka pihaknya bisa langsung memantau kinerja lurah dan camat di wilayah tersebut. Jika tidak langsung direspon maka akan menjadi bahan penilaian dan evaluasi. "Akan ketahuan kalau tidak merespon. Itu kinerjanya akan dilihat," ucapnya.

Sebanyak 43 lurah yang ikut sosialisasi diantaranya yakni, Lurah Karet Tengsin, Cililitan, Cawang, Pasar Rebo, Kalianyar, Jembatan Besi, Bukit Duri, Pengadegan, Pasar Manggis, Palmerah, Setiabudi, Kebon Melati, Guntur, Kampung Melayu, Petamburan, Kebon Sirih, Senen, Pejagalan, Kota Bambu Selatan dan Cideng.

Sedangkan 16 camat yang ikut serta dalam sosialisasi kali ini diantaranya, Camat Pancoran, Tebet, Grogol, Jatinegara, Jagakarsa, Gambir, Pasar Minggu, dan Tambora.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Agus Bambang menambahkan, ada dua aplikasi yang disiapkan. Yakni aplikasi cepat respon opini publik (crop) yang harus diunduh oleh aparat dan aplikasi untuk masyarakat qlue (beta). "Ada dua aplikasi, satu untuk aparat dan satu lagi yang diunduh oleh masyarakat," katanya.

Rencananya, peluncuran smart city akan dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta. Nantinya, camat dan lurah diminta untuk menyosialisasikan kepada RT, RW, serta warganya terkait sistem ini.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2930

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1273

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 504

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1285

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1089

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks