Konsep Metro Kapsul Dianggap Masih Mentah

Senin, 24 Maret 2014 Reporter: Folmer Editor: Dunih 2612

ahok_ektp_wahyu_13nn.jpg

(Foto: doc)

Konsep proyek transportasi massal metro kapsul yang ditawarkan pihak swasta untuk dibangun di Jakarta dianggap masih belum matang. Bahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai, konsep tersebut merupakan teknologi luar negeri.

"Itu ternyata mereka tuh mengopi konsep teknologi dari luar negeri untuk ditawarkan ke Pemprov DKI," ujarnya di Balaikota, Senin (24/3).

Ia mengatakan, konsep yang ditawarkan oleh konsorium, PT Perkakas Rekadaya Nusantara (PRN) belum dilengkapi prototipe metro kapsul. Karena itu, Pemprov DKI pun meminta dibangun konsepnya terlebih dahulu.

"Model sudah ada tapi belum ada bentuk barangnya. Kayak cerita virtual. Kita minta contohnya serta membangun konsep," katanya.

Basuki menyarankan agar konsorsium PT PRN menjual ide metro kapsul ke PT Jakarta Monorail (JM) yang selama ini belum mampu juga membangun monorel.

"Kalau Pemprov DKI yang membangun, jelas kami tidak mampu karena keterbatasan anggaran. Kami maunya mereka yang bikin saja, konsorsium atau apa gitu, lebih enak gitu kan kalau macet kami sita," tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Konsorsium PT PRN, Djoni Rosadi menjelaskan, metro kapsul yang ditawarkan kepada Pemprov DKI merupakan moda transportasi yang mengadopsi bus sedang seperti Metromini atau Kopaja.

"Idenya adalah Metromini yang diangkat ke atas atau elevated. Rute yang diajukan dari Parkir Timur Senayan hingga ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng," jelasnya.

Metro kapsul ini berbentuk bus yang diprediksi dapat menampung 19.000 penumpang per jam. Dimensi jalur yang tidak sebesar monorail dan mass rapid transit (MRT) diklaim Djoni tidak akan mengganggu lalu lintas ketika dibangun.

"Proyek ini juga murah. Yang membuat murah adalah rancangan daripada track-nya atau jalannya. Karena ini kecil dimensinya sehingga jauh lebih murah dan kita juga tidak harus membebaskan lahan," tambahnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2884

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks