Biaya Operasional Nelayan Cilincing Membengkak

Selasa, 18 November 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 9250

Nelayan Cilincing Pasrah Hadapi Kenaikan Harga Solar

(Foto: doc)

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium menjadi pukulan telak bagi nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Mereka yang selama ini berpenghasilan pas-pasan terpaksa harus menambah biaya operasional untuk tetap bisa melaut.    

Paling yang kita harapkan harga pasaran ikan juga disesuaikan dengan kebutuhan operasional kita

Di wilayah perairan Cilincing, Kecamatan Cilincing, terdapat sekitar 300 perahu, terdiri dari ukuran 3-10 gross ton (GT), yang biasa operasi. Tercatat, lebih dari 1.000 nelayan yang menggantungkan hidup dari perahu-perahu tersebut.

Ketua Asosiasi Nelayan Cilincing, Sudrajat mengaku, kenaikan biaya operasional nelayan akibat kenaikan harga solar yang diputuskan pemerintah mencapai lebih dari 30 persen. Bila dikalkulasikan untuk kapal 3-5 GT membutuhkan 50 liter dan kapal 10 GT sekitar 400 liter solar sekali berlayar. Kenaikan biaya operasional bervariasi antara Rp 100-800 ribu.

"Itu belum termasuk kebutuhan kita melaut. Karena selama melaut nelayan butuh bekal, seperti beras, lauk dan lain-lain," ujarnya, Selasa (18/11).

Bila dikalkulasikan total kebutuhan pelayaran, untuk kapal kecil jenis 3-5 GT yang berlayar selama satu hari, dari sebelumnya biaya operasional antara Rp 400-600 ribu, meningkat sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan untuk kapal besar dengan mesin jenis 10 GT yang sekali berlayar antara 2-3 hari, bila sebelumnya membutuhkan total anggaran operasional sebesar Rp 3,5 juta, menjadi sekitar Rp 5,5 juta.

"Paling yang kita harapkan harga pasaran ikan juga disesuaikan dengan kebutuhan operasional kita," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara, Sri Haryati, mengaku tidak ada program penanggulangan kenaikan BBM yang secara khusus diperuntukkan bagi nelayan. Namun demikian, pihaknya akan terus memantau dampak yang mungkin terjadi pada nelayan di wilayahnya.

"Kalau program secara khusus, kita belum ada. Tapi kita akan pantau dampaknya sejauhmana pada nelayan," ucapnya.

BERITA TERKAIT
kapal nelayan bersandar di muara baru

Nelayan di Jakut Rugi Rp 1 Miliar

Kamis, 04 September 2014 8053

Belasan Rambu Lalu Lintas Laut Tidak Berfungsi

Belasan Rambu Lalu Lintas Laut Tidak Berfungsi

Jumat, 03 Oktober 2014 13988

Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi

Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi

Selasa, 09 September 2014 4179

 Diduga api muncul akibat korsleting listrik di ruang mesin salah satu kapal

Kebakaran Kapal di Muara Angke Baru Padam Setelah 9 Jam

Minggu, 07 September 2014 6721

kapal nelayan bersandar di muara baru

Nelayan di Jakut Rugi Rp 1 Miliar

Kamis, 04 September 2014 8053

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 2618

Satpol pp dki jakarta 1

190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

Jumat, 26 Juni 2026 721

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 782

1000387441

84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

Kamis, 25 Juni 2026 681

Pramono Anung Sapa Warga HBKB Rasuna Said

HBKB di Rasuna Said Ditiadakan 28 Juni 2026

Jumat, 26 Juni 2026 476

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks