Gorong-gorong Kali Sunter Tersumbat

Jumat, 31 Oktober 2014 Reporter: Nurito Editor: Dunih 6927

gorong gorong tersumbat tanah

(Foto: Nurito)

Warga Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, harus mewaspadai ancaman banjir yang diprediksi akan menggenangi wilayah mereka. Terlebih, saat ini gorong-gorong Kali Sunter yang melintang di bawah Kalimalang, pada sisi utaranya tersumbat tumpukan tanah dan karung berisi tanah sehingga menghambat laju air di kali tersebut.

Kini warga resah dengan ancaman banjir kalau sumbatan tanah itu tidak segera dibersihkan

Dari empat lubang gorong-gorong selebar sekitar 2,5 meter dan tinggi 4 meter, terdapat dua lubang gorong-gorong yang tersumbat tumpukan tanah dan karung setinggi 1,5 meter. Tak hanya itu, pada ujung sisi selatan gorong-gorong terjadi sedimentasi sepanjang sekitar 175 meter dengan lebar 15 meter. Pada bagian tengah sedimentasi juga terdapat rumput dan ilalang setinggi 1 meter serta dua pohon pisang setinggi 2,5 meter.

Ketua RW 03 Cipinang Melayu, Muchtar Usman menuturkan, sedimentasi ini pernah dikeruk oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan kontraktor PT Brantas Abipraya. Namun, pengerukan sedimentasi itu hanya berjalan 3 minggu.

 

"Sayangnya, tidak semua tanah sedimentasi ini dibuang ke daratan. Kini warga resah dengan ancaman banjir kalau sumbatan tanah itu tidak segera dibersihkan," ujar Muchtar, Jumat (31/10).

Terkait hal itu, Anas Ridho, Penanggung Jawab Pengerukan Kali Sunter dari PT Brantas Abipraya mengatakan, saat itu rencananya sedimentasi akan dikeruk. Hanya saja karena warga sekitar melarang tanah kerukan dibuang di bantaran kali, maka proyek dihentikan. Lahan milik warga di bantaran Kali Sunter juga akan dibebaskan untuk normalisasi kali.

"Sementara proyek kita hentikan dulu, karena tidak ada pembuangan tanahnya. Sekarang lagi mencari lokasi pembuangan dan kita akan siapkan alat berat untuk keruk tanah sedimentasi," kata Anas.

Sementara itu, Humas BBWSCC, Putu Wirawan membenarkan, tahun lalu memang ada program pengerukan. Kemudian gorong-gorong sengaja ditutup untuk mempermudah proses pengerukan sedimentasi dan lumpur. Hanya saja karena dikerjakan secara manual, hasilnya tidak maksimal. Rencananya akan dilanjutkan pengerukan kali dan sedimentasi menggunakan alat berat dalam waktu dekat ini.

“Sudah kita perintahkan agar sumbatan itu diangkut. Memang itu sengaja ditutup karena teknik pengerukan tanah sedimentasi harus begitu, agar air tidak mengalir. Yang pasti nanti kita bersihkan dan angkut semua sedimentasi dan timbunan tanah di gorong-gorong itu,” jelasnya.

BERITA TERKAIT
Gorong gorong

Proyek Gorong-gorong Terkendala Tiang Listrik

Kamis, 17 April 2014 5375

sampah_saluran_jaksel_yossy.jpg

Saluran Air di Jaksel Masih Banyak Sampah

Jumat, 14 Maret 2014 2599

kali dipenuhi eceng gondok

Kali Maja di Pegadungan Dipenuhi Eceng Gondok

Selasa, 15 Juli 2014 5253

Normalisasi Kali

Kali Rawa Rengas Dinormalisasi

Minggu, 06 Juli 2014 4427

Pintu Air Manggarai

Proyek Pintu Air Manggarai Hampir Rampung

Jumat, 27 Juni 2014 7812

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7108

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4797

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1862

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2467

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1007

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks