Jumat, 07 Februari 2014
Reporter: Nurito
Editor: Agustian Anas
4582
(Foto: doc)
Sebuah portal di bawah kolong jembatan kereta api Gunung Antang, di Jl Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, patah dan nyaris ambruk. Diduga kerusakan terjadi akibat ditabrak sebuah bus PPD Line 213 (Kampung Melayu-Grogol), Jumat (7/2) pukul 06.00.
Pantauan di lapangan, portal setinggi 3 meter dan lebar 6 meter ini bagian atasnya terpotong menjadi dua bagian. Masing-masing bagian yang terpotong itu turun sekitar 1 meter. Sehingga bagian portal yang patah itu hampir menyentuh aspal jalan.
Kondisi ini memicu terjadinya kemacetan lalu lintas di Jl Matraman Raya hingga Jl Jatinegara Barat akibat pengendara memperlambat laju kendaraannya demi menghindari bagian ujung-ujung portal yang sudah menurun tersebut. Tiga petugas kepolisian dan tiga petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur, sibuk mengatur lalulintas di kawasan Gunung Antang tersebut.
Emon (35), salah seorang pedagang rokok yang mangkal tak jauh dari portal tersebut menuturkan, portal patah hingga terpotong dua bagian akibat ditabrak bus PPD 213 sekitar pukul 06.00. Kaca depan bus tersebut langsung pecah berantakan. Namun bus langsung kabur ke arah Matraman, melintas melalui kolong yang ada di sebelah kirinya.
"Tadi pagi ada bus PPD 213 yang nabrak portal bagian atasnya. Bus masih sepi penumpang dan lalulintas juga masih lengang. Tapi busnya langsung melanjutkan perjalanan melalui kolong jembatan di sebelahnya," ujar Emon.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso, mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak-pihak instansi terkait seperti Dinas PU DKI dan PT KAI. Sebab, ia sendiri belum mengetahui siapa pemilik atau pemasang portal tersebut.
"Namun untuk penanganan awal kami kerahkan anggota untuk mengatur lalulintas bersama petugas kepolisian. Sambil menunggu pemilik portal datang untuk memperbaikinya. Karena portal ini bukan milik Dinas Perhubungan DKI," ujar Mirza.
Menurutnya, keberadaan portal itu fungsinya untuk pengaman jembatan rel kereta api yang ada di atas Jl Matraman Raya. Terutama untuk menghindari tabrakan dari kendaraan yang tingginya melebihi batas maksimal jembatan. Jika kendaraan dipaksa melintas di kolong ini dikhawatirkan dapat merusak struktur jembatan dan akan membahayakan keberadaan rel kereta api.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako
Rabu, 17 Juni 2026
5721
TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan
Selasa, 16 Juni 2026
1573
Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini
Minggu, 14 Juni 2026
1486
Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas
Jumat, 19 Juni 2026
469
Rano Resmi Buka Discover Betawi Art and Culture 2026