Jumat, 07 Februari 2014
Reporter: Nurito
Editor: Agustian Anas
4454
(Foto: doc)
Sebuah portal di bawah kolong jembatan kereta api Gunung Antang, di Jl Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, patah dan nyaris ambruk. Diduga kerusakan terjadi akibat ditabrak sebuah bus PPD Line 213 (Kampung Melayu-Grogol), Jumat (7/2) pukul 06.00.
Pantauan di lapangan, portal setinggi 3 meter dan lebar 6 meter ini bagian atasnya terpotong menjadi dua bagian. Masing-masing bagian yang terpotong itu turun sekitar 1 meter. Sehingga bagian portal yang patah itu hampir menyentuh aspal jalan.
Kondisi ini memicu terjadinya kemacetan lalu lintas di Jl Matraman Raya hingga Jl Jatinegara Barat akibat pengendara memperlambat laju kendaraannya demi menghindari bagian ujung-ujung portal yang sudah menurun tersebut. Tiga petugas kepolisian dan tiga petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur, sibuk mengatur lalulintas di kawasan Gunung Antang tersebut.
Emon (35), salah seorang pedagang rokok yang mangkal tak jauh dari portal tersebut menuturkan, portal patah hingga terpotong dua bagian akibat ditabrak bus PPD 213 sekitar pukul 06.00. Kaca depan bus tersebut langsung pecah berantakan. Namun bus langsung kabur ke arah Matraman, melintas melalui kolong yang ada di sebelah kirinya.
"Tadi pagi ada bus PPD 213 yang nabrak portal bagian atasnya. Bus masih sepi penumpang dan lalulintas juga masih lengang. Tapi busnya langsung melanjutkan perjalanan melalui kolong jembatan di sebelahnya," ujar Emon.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso, mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak-pihak instansi terkait seperti Dinas PU DKI dan PT KAI. Sebab, ia sendiri belum mengetahui siapa pemilik atau pemasang portal tersebut.
"Namun untuk penanganan awal kami kerahkan anggota untuk mengatur lalulintas bersama petugas kepolisian. Sambil menunggu pemilik portal datang untuk memperbaikinya. Karena portal ini bukan milik Dinas Perhubungan DKI," ujar Mirza.
Menurutnya, keberadaan portal itu fungsinya untuk pengaman jembatan rel kereta api yang ada di atas Jl Matraman Raya. Terutama untuk menghindari tabrakan dari kendaraan yang tingginya melebihi batas maksimal jembatan. Jika kendaraan dipaksa melintas di kolong ini dikhawatirkan dapat merusak struktur jembatan dan akan membahayakan keberadaan rel kereta api.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
4274
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
688
Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini
Selasa, 03 Februari 2026
481
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan
Selasa, 03 Februari 2026
474
Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna