Lecehkan Siswa SD, Pedagang Mainan Dipukuli Warga

Selasa, 11 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 3263

pelecehan_anak_sd_ilustrasi2.jpg

(Foto: doc)

Seorang siswa kelas 3 SDN 02 Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur berinisial S (9) mendapat perlakuan tidak senonoh dari seorang pedagang mainan di areal sekolah berinisial M (50).

Pelecehan seksual tersebut terjadi Senin (10/2). Saat jam istirahat, korban bersama teman-temannya keluar areal sekolah. Korban melihat dan tertarik dengan mainan yang dijual pelaku. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan pelaku untuk menarik tangan korban dan kemudian menggerayangi tubuh korban.

Korban pun ketakutan dan langsung menangis. Sesampainya di rumah, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada orangtuanya. Tak terima dengan perbuatan senonoh yang dialami anaknya, hari ini Husen (40) ayah korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak sekolah.

Mendapat laporan itu, pihaknya sekolah langsung memanggil pelaku untuk mengikuti sidang yang diikuti orangtua korban, korban, kepala sekolah, komite sekolah, sejumlah guru dan ketua RT setempat. Awalnya, pelaku sempat mengelak telah melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. Namun setelah diancam kasusnya akan dilaporkan ke pihak kepolisian, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

"Saya hanya megang-megang, tidak lebih dari itu. Karena saya sangat sayang sama anak kecil, jadi bukan bermaksud melakukan pelecehan seksual," ujar pelaku.

Pelaku merupakan warga RT 10/06 Cililitan. Rumah pelaku dengan sekolah pun hanya berjarak sekitar 200 meter. Selama ini pelaku tinggal seorang diri dan belum pernah menikah.

Karena pelaku telah mengakui perbuatannya maka kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dengan catatan tindakan tak senonoh itu tak diulangi lagi dan pelaku tak diperbolehkan lagi berjualan di areal sekolah tersebut.

Kepala SDN Cililitan 02, Ngadiyem, mengaku kesal dengan tindakan pelaku. Makanya ia langsung menyidangkan dengan memanggil pelaku. Menurutnya, kejadian tersebut di luar sekolah, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan. Para pedagang memang berjualan di luar pagar sekolah. Jarak dari areal sekolah dengan pedagang sekitar 15 meter.

"Saya tak terima ada anak murid diperlakukan seperti itu. Makanya kita sidang. Kami memang tidak bisa mengawasi penuh karena yang berjualan kan di luar sekolah. Saat anak-anak istirahat kan pada keluar sekolah, untuk jajan," kata Ngadiyem, Selasa (11/2).

Ketua RT 10/06 Cililitan, Muhammad Sundus (55), mengatakan, penyelesaian secara kekeluargaan karena melihat pelaku sudah tua. Kemudian pelaku bersedia tak berjualan lagi di areal SDN Cililitan 02. Selain itu juga telah meminta maaf pada korban dan orangtua korban. Sehingga kasusnya tidak sampai diteruskan ke pihak kepolisian.

"Itu (pelaku) memang warga saya, dia tidak punya anak istri karena belum pernah menikah. Karena melihat kondisinya dan orangtua korban juga mau memaafkan, maka kasusnya tidak diteruskan ke pihak kepolisian," ujar Sundus.

Namun saat pelaku keluar dari ruangan kepala sekolah, warga yang sudah emosi langsung menghakimi pelaku hingga babak belur. Selanjutnya warga melepaskan pelaku untuk pulang ke rumahnya dengan luka lebam di bagian wajah.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7036

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4655

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2172

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2203

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1747

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks