Perawatan Cagar Budaya Masih Terkendala

Minggu, 12 Oktober 2014 Reporter: Hendi Kusuma Editor: Erikyanri Maulana 6315

jembtan jatinegara

(Foto: doc)

Sedikitnya 20 bangunan situs cagar budaya yang terdapat Jakarta Timur, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain mengalami kerusakan, situs tersebut juga minim perawatan.

Salah satu kendalanya, banyak situs cagar budaya yang kini dimiliki perorangan maupun perusahaan. Sehingga kami kesulitan untuk melakukan perawatan

Seperti situs cagar budaya jembatan kereta api Jatinegara di kawasan Jl Matraman Raya No 126 Balimester yang dibangun sekitar tahun 1918 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Situs cagar budaya itu kini kondisinya tidak terawat. Parahnya lagi, di loksi tersebut juga banyak terdapat pedagang kaki lima (PKL) hingga menjadi lokasi prostitusi. Kondisi serupa juga terlihat di jembatan kereta api Manggarai.

"Kita nggak tahu kalau jembatan ini merupakan situs cagar budaya," ujar Toyib, salah seorang warga, Minggu (12/10).

Kasie Pelestarian dan Monitoring Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, Euis S mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan perawatan dan pelestarian cagar budaya, khususnya terhadap situs cagar budaya yang ada di Jakarta Timur. Namun, pihaknya kerap menemui kendala, salah satunya soal banyaknya cagar budaya yang telah dimiliki perorangan maupun perusahaan. Alhasil, pihaknya kerap terbentur aturan mengenai perawatan cagar budaya tersebut.

"Salah satu kendalanya, banyak situs cagar budaya yang kini dimiliki perorangan maupun perusahaan. Sehingga kami kesulitan untuk melakukan perawatan," katanya.

Ditambahkan Euis, setidaknya terdapat 20 situs cagar budaya di Jakarta Timur yang saat ini kondisinya kurang mendapatkan perawatan. Diantaranya, Masjid Assalafiyah (dibangun tahun 1752), Makam Pangeran Achmad Jakarta (dibangun abad ke-17), makam Pangeran Sang Hyang (dibangun abad ke-18).

Lalu ada Gereja Koinonia (dibangun tahun 1911-1916), Kantor Pos Jatinegara dibangun 1920, Gereja St Yosep (dibangun tahun 1923), eks gedung Kodim (dibangun abad ke-19) dan 11 peninggalan rumah Belanda serta rumah adat Betawi yang tersebar di wilayah Jakarta Timur.

BERITA TERKAIT
Roboh Sebagian, Kondisi Gedung Pasar Ikan Memprihatinkan

Gedung Cagar Budaya Pasar Ikan Memprihatinkan

Selasa, 07 Oktober 2014 6648

Renovasi Gedung SMA 19 Tambora Terhambat Status Cagar Budaya

Rehab SMAN 19 Terkendala Status Cagar Budaya

Kamis, 09 Oktober 2014 10184

perawatan patung dirgantara

2 Patung Cagar Budaya di Ibu Kota Dibersihkan

Selasa, 12 Agustus 2014 6850

Jadi Tuan Rumah Asian Games, DKI Kebut Penataan Kota Tua

27 Gedung di Kota Tua Direvitalisasi

Rabu, 08 Oktober 2014 12723

kota tua dan turis

DKI Diminta Lebih Serius Garap Kawasan Kota Tua

Jumat, 22 Agustus 2014 5833

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2961

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1354

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 522

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1293

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1102

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks