Lantaran keterlembatan pengangkutan sampah baik di saluran penghubung (Phb), kali, waduk dan lain sebagainya menyebabkan sejumlah rumah pompa di wilayah Jakarta Utara saat ini dipenuhi sampah. Selain dikhawatirkan dapat merusak mesin pompa, keberadaan tumpukan sampah itu juga sangat mengganggu kenyamanan warga lantaran menebarkan bau tak sedap.
Tumpukan sampah tersebut antara lain terlihat di Rumah Pompa Sindang di Kali Kresek, Rumah Pompa Pinang di PHB Pinang, Rumah Pompa Pluit di Waduk Pluit, Rumah Pompa Sunter, Rumah Pompa Yos Sudarso 1, dan Rumah Pompa Yos Sudarso 2 di Kali Sunter.
Salah seorang warga RW 07 Lagoa, yang rumahnya tidak jauh dari Rumah Pompa Pinang, Marni (41) mengatakan, saat melewati Rumah Pompa Pinang, ia kerap mendapati tumpukan sampah. Hal itu dirasakannya amat mengganggu, sebab bau tidak sedap terasa menyengat saat melintas. "Kalau lagi numpuk bau sekali. Makanya, itu sampah kalau bisa jangan dibiarkan sering numpuk lah," ujar Marni, Senin (24/3).
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudin Pekerjaa Umum Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja mengakui, jika selama ini sering terjadi penumpukan sampah sedikitnya di enam rumah pompa tersebut. Hal ini lantaran pengangkutan sampah yang belum optimal.
”Kita sudah bantu angkut ke atas, karena kalau tidak diangkat dan tersedot bisa merusak pompa. Saya juga sudah koordinasikan dengan kepala seksi kebersihan, tapi sampai sekarang masih saja begitu kondisinya," katanya.
Dikatakan Kuryatna, selama ini petugas rumah pompa kerap melaporkan kepadanya bahwa dari sampah yang ada, hanya sepertiga yang diangkut oleh petugas kebersihan. Itulah yang menjadi penyebab penumpukan sampah di rumah pompa kerap terjadi.
Kepala Sudin Kebersihan Jakarta Utara, Zainuri membenarkan, selama ini pihaknya belum optimal melakukan pengangkutan sampah. Hal ini disebabkan minimnya kendaraan pengangkut juga karena kurangnya peralatan. "Memang benar di pintu air dan rumah pompa banyak tumpukan sampah. Selain karena armada pengangkutan yang minim, seharusnya ada semacam alat elektronik penyaring sampah," ucapnya.
Diakui Zainuri, selama ini petugas lapangan sudah berupaya keras membersihkan sampah. Namun karena dilakukan secara manual, maka hasil yang dilakukan memang tidak optimal. "Saat ini sedang kita kaji, alat apa yang pas untuk diterapkan. Idealnya sih ada alat penggilingan sampah elektronik," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3516
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
646
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital