Cegah PKL Liar, Pengelola Monas Terus Berbenah

Jumat, 03 Oktober 2014 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Dunih 4118

pintu masuk para pkl ke dalam monas

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Setelah pengelolaan Monas digabung dalam satu atap, sejumlah langkah pembenahan terus dilakukan. Salah satunya upaya mensterilisasi pedagang kaki lima (PKL) liar dari kawasan wisata sejarah tersebut. Pengelola juga tidak tinggal diam dengan oknum pedagang yang melakukan perusakan kunci gembok Monas, dan telah melaporkan yang bersangkutan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Saya sudah lapor ke gubernur terkait oknum yang mengedarkan Id Card untuk pedagang di Monas, namanya Suwandi (Rony)

Kepala Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas, Rini Hariani menegaskan, dirinya sudah tidak bisa mentolerir oknum yang dengan sengaja mengeluarkan Id Card bagi pedagang yang ingin masuk ke Monas.

"Saya sudah lapor ke gubernur terkait oknum yang mengedarkan Id Card untuk pedagang di Monas, namanya Suwandi (Rony)," ujarnya, Jumat (3/10).

Menurutnya, oknum pedagang tersebut sudah puluhan kali merusak kunci gembok gerbang Monas dan mempersilakan pedagang masuk. Bahkan, setiap pedagang juga dimintai biaya sebesar Rp 400-600 ribu per gerobak.

"Saya juga berharap bisa berkoordinasi dengan Dirut KAI soal penutupan atau peninggian pagar antara Stasiun Gambir dan Monas. Rencananya pintu tersebut akan ditutup total, agar tidak ada lagi pedagang keluar masuk," ucapnya.

Ditambahkannya, selama ini para pedagang dengan sengaja menyimpan barang mereka di kawasan Monas tepat di samping pagar Stasiun Gambir tersebut. Barang dagangan tersebut ditutup menggunakan tenda.

"Saya juga sudah bersurat kepada Komandan Denma Mako Kormar/Marinir maupun Danpuspomad agar bagi anggotanya yang ingin berolahraga dapat beralih ke pintu di samping Pertamina," katanya

Ia juga berharap agar Satpol PP Jakarta Pusat dapat lebih intensif melakukan penertiban di kawasan cagar budaya tersebut. Sebab, selama ini pedagang berani berjualan jika petugas telah pergi.

"Ya, penertiban harus dilakukan secara terus menerus, kalau tidak akan sia-sia. Pedagang itu suka banget kucing-kucingan dengan kita," tandasnya.

BERITA TERKAIT
skpd belum serahkan aset kepada upt monas

SKPD Belum Serahkan Aset ke Unit Pengelola Monas

Sabtu, 27 September 2014 3959

Fasilitas Penerangan Monas Banyak Hilang

Fasilitas Penerangan Monas Banyak yang Rusak

Kamis, 25 September 2014 5035

Pembatasan Jam Masuk Monas Terus Dikeluhkan Warga

Jam Kunjungan Dibatasi, Monas Ramai Pengunjung

Senin, 22 September 2014 5100

 Masa senin cuma buka 6 Jam doang, kalau monasnya sepi gini, pembeli juga sedikit

Omzet Pedagang IRTI Monas Menurun

Jumat, 19 September 2014 4647

pkl monas

PKL Monas Akan Direlokasi ke Ruang Bawah Tanah

Selasa, 10 Juni 2014 12264

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9230

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3198

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3619

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1912

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1482

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks