Korban Ledakan Pabrik Garmen Kritis

Kamis, 25 September 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 5187

korban tewas ledakan garmen jakarta utara

(Foto: Bayu Suseno)

Selain menyebabkan dua orang karyawati tewas, ledakan yang menyebabkan kebakaran di PT Usi Aparel Internasional, di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, juga menyebabkan sebanyak 6 orang pekerja lain terluka. Bahkan satu di antara karyawati yaitu, Krisnawati (20) kritis di ruang ICU Rumah Sakit Islam Sukapura dengan luka bakar mencapai 90 persen.

Saat ini pasien masih kritis dan dirawat di  ICU. Luka bakarnya mencapai 90 persen

Dokter jaga RSI Sukapura, Fifi Maghfirah, mengatakan kondisi terparah dialami Krisnawati. Hampir seluruh bagian tubuhnya mengalami luka bakar. "Saat ini pasien masih kritis dan dirawat di  ICU. Luka bakarnya mencapai 90 persen," ujarnya, Kamis (25/9).

Salah seorang karyawati, Tina (21) menuturkan, kejadian meledaknya drum berawal dari aktivitas Krisnawati membersihkan cairan tiner yang tumpah di ruang washing seluas 2x3 meter. Saat itu Krisnawati membersihkan cairan yang tumpah di lantai menggunakan lap. Namun, saat menggosok lantai dengan kain lap, tiba-tiba api menyeruak dari kain tersebut. Dengan cepat api menjalar ke drum dan memicu ledakan.

"Memang situasi di ruangan washing itu suasananya panas. Mungkin hal itu menyebabkan saat dilap terpercik api," ujarnya.

Salah seorang perwakilan perusahaan, Tandang JM mengatakan, saat kejadian di ruang washing ada 4 orang. Dua di antaranya tewas sedangkan 1 orang lainnya dirawat dengan luka cukup parah dan 1 orang lainnya kritis. Keseluruhan karyawan perusahaan itu sendiri sekitar 800 orang. Sedangkan di bagian finishing sekitar 40 orang.

Tandang membenarkan, kejadian kebakaran tersebut akibat drum tiner tersulut api dari kain pel. Terlebih, ada ceceran tiner yang berasal dari kaleng penyimpanan yang bocor di salah satu bagiannya.

"Akibat ledakan, beberapa bagian atap pabrik rusak parah. Yang terluka ringan ini masih kita data, mungkin mencapai belasan," ucapnya.

Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Mucthar Zakaria mengatakan, nilai kerugian akibat insiden itu diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

"Dugaan sementara ledakan dipicu hawa panas di lokasi, di sisi lain di lokasi juga ditemukan bensol," jelasnya.

Terkait hal itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar M Iqbal mengaku, tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologis kejadian pasti kebakaran tersebut. Meski sudah mendapatkan keterangan sementara, namun pihaknya tidak dapat membuat kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.

"Selain keterangan saksi, kita juga perlu hasil pemeriksaan forensik. Karena itu tim forensik Mabes Polri akan turun untuk melakukan pemeriksaan di lapangan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kebakaran di KBN tewaskan Dua Pekerja

Kebakaran Pabrik Tekstil Tewaskan Dua Karyawati

Kamis, 25 September 2014 8114

50 Bedeng Proyek Apartemen Basura dan 50 Rumah Warga Ludes Terbakar

Bedeng Apartemen Bassura City & 50 Rumah Ludes Terbakar

Rabu, 24 September 2014 7563

3 Rumah di Tanjung Priok Terbakar, 1 Balita Tewas

3 Rumah di Tanjung Priok Terbakar, 1 Balita Tewas

Jumat, 25 Juli 2014 3837

kebakaran-malaka-jaya-tmc-polda

Jelang Berbuka Puasa, 5 Ruko Ludes Terbakar

Selasa, 22 Juli 2014 3372

Kompor Meledak, 15 Rumah di Pademangan Terbakar

Kompor Meledak, 15 Rumah di Pademangan Terbakar

Jumat, 19 September 2014 5425

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2313

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2279

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1693

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 965

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks