Hampir sepekan ini sejumlah jalan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kemacetan parah. Setiap hari kemacetan di Jl Raya Cakung Cilincing, Jampea Raya, Jl Yos Sudarso dan Jl Raya Plumpang, membuat kendaraan tidak dapat bergerak. Imbasnya, tidak hanya mengganggu jadwal pengiriman barang, tapi juga membuat perusahaan jasa transpotasi merugi hingga Rp 11 miliar per hari.
Kemacetan sendiri terjadi karena tingginya volume kontainer yang keluar dan menuju pelabuhan. Selain itu, belum selesainya pengerjaan jalan Tol Pelabuhan arah Cilincing juga menyebabkan penyempitan jalan. Hal itu diperparah dengan banyaknya lubang yang menjamur pasca banjir melanda kawasan Jakarta Utara.
Ketua DPP Angkutan Khusus Pelabuhan Organda Provinsi DKI Jakarta, Gemilang Tarigan mengatakan, kemacetan mengakibatkan potensi kerugian yang dialami oleh perusahaan jasa pengangkutan mencapai lebih dari Rp 11 miliar per harinya. Karena dalam keadaan normal, setiap hari para sopir mampu menempuh satu rit perjalanan. Sedangkan dengan keadaan sekarang, umumnya dalam waktu 3 hari, para sopir hanya mampu menempuh satu rit.
"Ada 18 ribu truk, kalau rata-rata penghasilan sopir Rp 1 juta per hari, totalnya 18 milliar. Sekarang ini sopir tak bisa menarik normal, untuk tiga hari mereka hanya dapat satu rit. Berarti pendapatan cuma sepertiga dari normal," ujarnya, Rabu (29/1).
Menurut Tarigan, pihaknya sudah meminta pemerintah pusat maupun Pemrov DKI Jakarta agar segera melakukan perbaikan jalan rusak yang diduga sebagai pemicu kemacetan. Termasuk mempercepat pembangunan jalan tol.
"Tanjung Priok ini dulu umumnya 3 lajur kiri dan kanan, tapi sejak ada proyek tol hanya 2 lajur dan berbelok-belok, belum lagi ditambah lubang-lubang. Setiap hari kami mendapatkan pengaduan baik dari awak sopir maupun pengusaha angkutan yang terus mengalami kerugian," tukasnya.
Menanggapi kemacetan yang terjadi belakangan ini, Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Benyamin Bukit, membenarkan di antara penyebab kemacetan adalah belum selesainya pengerjaan tol pelabuhan serta banyaknya lubang yang bermunculan di sejumlah jalan. Namun demikian, ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan yang bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Jadi memang pelabuhan sudah over kapasitas. Data Pelindo ada 18 ribu kontainer di Jakut, sementara kalau mereka masuk pelabuhan tentu harus mengantre. Mereka antre pakai badan jalan dan parkir sembarangan. Itu yang bikin macet," ucapnya.
Untuk menyelesaikan persoalan kemacetan, akan diadakan rapat di kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam rapat tersebut, akan dicari akar permasalahan untuk mengatasi antrean menuju pelabuhan.
"Mereka (pihak pelabuhan) sendiri tidak merasakan gimana kemacetan di luar pelabuhan. Artinya mereka enjoy dengan internal, tapi mereka tidak peduli dengan eksternal," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9222
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3188
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3613
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1902
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman