Senin, 27 Januari 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Erikyanri Maulana
3382
(Foto: doc)
Ratusan awak angkutan umum kembali menggelar aksi unjuk rasa di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (27/1). Dalam aksinya, selain berorasi, awak angkutan umum ini juga memarkirkan kendaraannya hingga keluar terminal hingga menyebabkan kemacetan panjang dari Pondok Indah maupun Jl TB Simatupang dan Jl Raya Pasar Jumat.
Aksi yang dilakukan awak angkutan umum dalam kota di Terminal Lebak Bulus ini dilatarbelakangi adanya isu mengenai rencana penutupan terminal angkutan kota untuk proyek depo Mass Rapit Transport (MRT). Sehingga timbul kekhawatiran dari para awak angkutan umum dalam kota akan bernasib sama dengan pegawai Perusahaan Otobus (PO) AKAP yang saat ini terminalnya sudah ditutup. "Ini apa-apaan belum ada sosialisasi kok tiba-tiba mau ditutup. Kita butuh penjelasan dari Pemerintah mengenai masalah ini," ujar Amar (46) salah seorang sopir angkot 106 jurusan Lebak Bulus - Parung, Senin (27/1).
Dikatakan Amar, awalnya sesuai dengan rencana hanya terminal bus AKAP yang ditutup. "Kami mencari nafkah, kita minta jalur kita tetap ada. Belum ada sosialisasi mau ditutup, sembarangan aja," katanya.
Dalam aksinya, para pengunjuk rasa sempat melakukan sweeping terhadap rekan mereka yang masih beroperasi. Mereka memberhentikan, lalu mengajak awak angkutan umum kota lainnya untuk ikut mogok dan berunjuk rasa.
Sekitar 30 personel kepolisian dari Polsek Cilandak mengamankan sekaligus mengatur arus lalu lintas di depan terminal yang sempat macet. "Kita turunkan 30 personel dari Polsek. Ini sebenarnya hanya salah pengertian saja," ujar Kompol Sungkono, Kapolsek Cilandak, Senin (27/1).
Menurut Sungkono, para awak angkutan tidak mengetahui informasi yang beredar secara utuh. Karena sebenarnya belum ada rencana untuk penutupan terminal angkutan kota di Lebak Bulus ini. "Informasi adanya penutupan itu tidak ada. Padahal yang dimaksud pemagaran terminal AKAP yang kemarin ditutup," katanya.
Ditambahkan Sungkono, aksi ini juga hanya spontanitas dari para awak angkutan yang khawatir. "Hanya spontanitas saja. Setelah mendengar dari perwakilan mereka yang ke balaikota, para pendemo langsung bubar dan beroperasi lagi," tuturnya.
Selain menyebabkan kemacetan panjang, aksi ini juga sempat membuat penumpang terlantar karena angkutan umum tidak ada yang beroperasi. Akhirnya aktivitas di terminal itu kembali normal sekitar pukul 11.00. Arus lalu lintas pun terpantau mulai lancar kembali.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7033
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4641
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2152
Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik
Sabtu, 31 Oktober 2026
1312
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan