68 Persen Kebakaran di Jakut Disebabkan Korsleting

Senin, 12 Juni 2017 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Toni Riyanto 1705

 Mei 2017, 23 Kasus Kebakaran di Jakarta Utara

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Dalam periode Mei 2017, sebanyak 23 kasus kebakaran terjadi di Jakarta Utara dengan 68 persen di antaranya disebabkan oleh arus pendek listrik (korsleting).

Sebab, biasanya warga tidak memasang instalasi listrik dengan baik

Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan mengatakan, pada periode itu sebanyak 10 kasus kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Penjaringan.

"Hunian padat penduduk dengan bangunan semi permanen sangat rentan terjadi kebakaran. Sebab, biasanya warga tidak memasang instalasi listrik dengan baik," ujar Satriadi, Senin (12/6).

Ia menambahkan, untuk 32 persen penyebab kebakaran dipicu kebocoran gas, pembakaran sampah dan penyebab lain.

"Kami terus gencarkan sosialisasi agar kasus kebakaran di Jakarta Utara bisa terus diminimalisir," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sudin Gulkarmat Jakut Perkenalkan Profesi Damkar Pada Siswa TK St Bernadette

Sosialisasi Tugas dan Penanganan Kebakaran Digelar di RPTRA NKRI

Sabtu, 10 Juni 2017 2639

90 Kios di Pasar Induk Kramat Jati Terbakar

90 Kios di Pasar Induk Kramat Jati Terbakar

Senin, 12 Juni 2017 2826

Kosleting Listrik, Satu Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran Satu Rumah di Jatinegara Diduga Akibat Korsleting Listrik

Rabu, 07 Juni 2017 1883

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2317

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2305

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1694

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 970

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks