DKI Transparansi PAD untuk Tekan Kebocoran

Jumat, 15 Agustus 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 5020

Terapkan Transparansi Pajak, DKI Gandeng ADB

(Foto: Yopie Oscar)

Pemprov DKI Jakarta dan Asian Development Bank (ADB) melakukan kerjasama dalam bidang transformasi tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kerjasama dilakukan agar pengelolaan keuangan di Pemprov DKI lebih modern, efisien dan efektif sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi kebocoran PAD di ibu kota.

Saya kira ini langkah yang baik. Tapi ini tahap awal saja, mereka yakin kalau mau membuat pembangunan di ASEAN baik, kunci ekonomi ada di Indonesia. Lihat saja harga properti kita, tidak pernah turun

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  mengatakan, banyak keuntungan yang didapat dari kerjasama yang dilakukan ini. Mengingat fokus dalam kerjasama yang dilakukan yakni terkait sharing sumber daya manusia (SDM), sistem, dan teknologi untuk meningkatkan kapabilitas dan kredibilitas Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta.

Menurut Basuki, Indonesia adalah kunci ekonomi di ASEAN. Hal tersebut terlihat dari harga properti yang terus meningkat. "Saya kira ini langkah yang baik. Tapi ini tahap awal saja, mereka yakin kalau mau membuat pembangunan di ASEAN baik, kunci ekonomi ada di Indonesia. Lihat saja harga properti kita, tidak pernah turun," kata Basuki saat penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (15/8)

Pemprov DKI juga terus berusaha membangun infrastruktur yang baik, agar para investor mau berinvestasi. Salah satunya yakni pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota, pengadaan bus gratis, serta terus menambah jumlah bus Transajakarta.

Dengan kerjasama ini, lanjut Basuki, diharapkan sistem pajak di ibu kota bisa lebih transparan. Berdasarkan dari hasil analisa potensi pajak yang tertampung di ibu kota hanya 60 peren saja. "Mereka kasih tahu kepada kita potensi pajak kita yang tertampung baru 60 persen," ujarnya.

Padahal potensi APBD di kota besar seperti Jakarta setiap tahunnya bisa menembus angka Rp 120 triliun. Namun dirinya sangsi jika Pemprov DKI Jakarta bisa menghabiskan uang sebesar tersebut. "Rp 72 triliun saja tidak bisa habisin, apalagi kalau Rp 120 triliun kan," katanya.

Dikatakan Basuki, ADB juga merupakan salah satu mitra kerja untuk mengembangkan pembangunan di Jakarta. Terlebih mereka memiliki pengalaman yang cukup baik dalam hal pelayanan keuangan.

"Termasuk membandingkan sistem pajak dengan negara lain. Jadi dia mesti sharing. Kami ini untung mereka (ADB) akan bantu dengan pengalaman mereka. Jadi kita tidak perlu studi banding kok. Suruh mereka saja ke sini," kata Basuki.

Sementara itu, Direktur ADB Indonesia, Adrian Ruthenberg mengatakan, Pemprov DKI merupakan contoh bagaimana administrasi pengelolaan PAD dilakukan secara modern, efektif, dan efisien. "Kebutuhan akan pelayanan publik yang berkualitas tentunya membutuhkan investasi di bidang infrastruktur yang sumber pendanaannya diharapkan berasal dari PAD," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Jokowi Terima Kunjungan Menlu Jepang

Selasa, 12 Agustus 2014 3335

Transparansi untuk Kuatkan Pondasi Pemprov DKI

Transparansi untuk Kuatkan Pondasi Pemprov DKI

Kamis, 03 Juli 2014 4228

ahok upacara satpol pp

Ahok: Kalau Mau Menolong, Jadi Pejabat

Rabu, 13 Agustus 2014 4571

 Soal Lasro yang kemarin mau mundur sepertinya ini juga akan terjadi.

ICW Nilai Lasro Punya Komitmen Berantas Korupsi

Selasa, 12 Agustus 2014 6730

Kebijakan Transaksi Non Cash Diapresiasi BI

Kamis, 07 Agustus 2014 3903

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3561

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1418

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1034

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks