Pengurasan Saluran di Tugu Utara Diprotes Warga

Senin, 11 Agustus 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 8106

Pengurasan Saluran di Tugu Utara Diprotes Warga

(Foto: doc)

Pengerjaan pengurasan saluran air di beberapa Rukun Warga (RW) di Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, dinilai warga tidak berjalan maksimal. Alhasil, warga memprotes dan menolak pengerjaan lanjutan yang dilakukan secara swakelola tersebut di RW lain. Selain itu, Ketua RW setempat pun mengajukan mosi tidak percaya terhadap kinerja lurah.  

Kita sudah bersurat kepada Lurah, tapi jawabannya buat kami tidak masuk akal. Antara anggaran yang dialokasikan dengan pengerjaan kita nilai tidak sesuai

Di Kelurahan Tugu Utara, terdapat 19 RW. Dari jumlah itu, 4 diantaranya, RW 01, 10, 17 dan 18 sudah dilakukan pengurasan. Namun, pengerjaan pengurasan yang dilakukan Juli lalu, dinilai warga tidak maksimal. Sebab, walau sudah dikuras, lumpur masih terlihat menumpuk.

Ketua RW 05, Kelurahan Tugu Utara, Sumardiyanto mengatakan, selain yang sudah dikuras, sebanyak 15 RW lain menolak dilakukan pengerjaan lanjutan. Selain itu, 15 Ketua RW dan sejumlah anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tugu Utara mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan lurah.

"Kita sudah bersurat kepada lurah, tapi jawabannya buat kami tidak masuk akal. Antara anggaran yang dialokasikan dengan pengerjaan kita nilai tidak sesuai," keluhnya, Senin (11/8).

Dari pengamatan para RW dan LMK yang menolak pengurasan lanjutan, pengerjaan dinilai asal saja. Seperti pengerukan lumpur dilakukan hanya dalam 1 hari dan dikerjakan oleh sejumlah orang saja. Padahal, Kecamatan Koja merupakan salah satu wilayah yang rentan tergenang saat hujan. "Itu padahal pengerjaan tiap RW antara Rp33-47 juta. Makanya kita menolak dilakukan pengerjaan lanjutan di wilayah lain," tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua RW 04, Warsito Rahman, menurutnya, kini para Ketua RW, RT, tokoh masyarakat dan LMK di 15 RW sudah membulatkan tekad membuat mosi penolakan lurah. Sebab, selain pengerjaan pengurasaan air yang dikeluhkan, juga ada beberapa program kemasyarakatan yang dinilai tidak transparan.

"Kita sudah berkomunikasi dengan seluruh RW dan tokoh masyarakat untuk membuat mosi tidak percaya, terhadap lurah. Kalau memang tidak juga ditanggapi, bersama warga kita akan melakukan aksi," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Lurah Tugu Utara, Mulyadi, belum dapat dihubungi melalui telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirim pun belum direspon. Saat disambangi ke kantor, sejumlah staf mengatakan, baik lurah, wakil lurah maupun sekretaris lurah tidak sedang berada di tempat.

Menanggapi hal tersebut, Camat Koja, Rahmat Efendi, mengaku belum mengetahui persoalan itu. Dirinya akan mengecek permasalahan dan berkoordinasi dengan lurah. Mengenai pengerjaan, Camat mengatakan anggaran yang digunakan adalah swakelola. Sehingga wajar bila pengerjaannya di bawah lurah sebagai pengguna anggaran.

"Saya belum mengetahui mengenai berapa anggarannya, tapi nanti akan saya cek. Kalau pengerjaan belum optimal, sebenarnya masyarakat dapat meminta dilakukan pengurasan ulang kepada lurah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
7 Warung di Atas Saluran Air Dibongkar

7 Warung di Atas Saluran Air Dibongkar

Kamis, 07 Agustus 2014 5423

Kecamatan Cengkareng Penyumbang Sampah Terbanyak di Jakbar

Kecamatan Cengkareng Penyumbang Sampah Terbanyak di Jakbar

Rabu, 23 Juli 2014 6583

Pembangunan Ducting Terkendala Anggaran

Pembangunan Ducting Terkendala Anggaran

Jumat, 18 Juli 2014 4341

Ratusan Beton Pembatas Jalan Sepanjang Jl Daan Mogot Copot dan Rusak

Ratusan Beton Pembatas Jalan Rusak

Rabu, 16 Juli 2014 6086

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3132

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1746

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 667

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1341

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks