DPRD Minta Kontraktor Proyek Rusun KS Tubun Ditindak

Selasa, 31 Januari 2017 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Andry 5010

Sidak Pembangunan Rusun KS Tubun, Komisi D DPRD Kecewa

(Foto: Erna Martiyanti)

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta diminta memberikan sanksi tegas terhadap kontraktor pembangunan Rusun KS Tubun, Jakarta Pusat.

Kita minta kontraktor proyek ini diberi sanksi tegas

Sebab, berdasarkan peninjauan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta hari ini, proyek pembangunan proyek rusun di lokasi terkesan dikerjakan asal-asalan dan molor dari target pengerjaan.

"Setelah melihat ini semua, sangat kecewa. Karena deadline tanggal 3 Februari, tapi begitu kami lihat sekarang, kenyataannya jauh api dari panggang," kata Iman Satria, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta usai meninjau lokasi, Selasa (31/1).

Iman mengaku geram karena pembangunan rusun tersebut belum rampung dikerjakan di sisa waktu tiga hari ke depan. Karena itu harus ada tindakan tegas terhadap kontraktor proyek rusun yang dibiayai dari APBD DKI Jakarta ini.

"Kita minta kontraktor proyek ini diberi sanksi tegas," pintanya.

Menurut Iman, dari hasil tinjauan jajarannya hari ini ada sejumlah catatan dalam pembangunan rusun tersebut. Antara lain, akses jalan menuju blok rusun dibangun tidak rata sehingga berpotensi timbul genangan saat hujan.

Tak hanya itu, di sepanjang trotoar juga tidak dilengkapi saluran air. Permasalahan lainnya, lift di areal rusun belum terpasang. Begitu pula dengan beberapa bagian gedung masih ada yang belum rampung dikerjakan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Arifin menjelaskan, pengerjaan proyek ini seharusnya diselesaikan pada 31 Desember lalu. Namun kontraktor meminta diberikan perpanjangan waktu hingga 3 Februari 2017.

"Jadi ini sudah diperpanjang. Pembangunan rusun tersebut bukan salah satu yang dihentikan sementara. Mereka tetap jalan pembangunannya," ucapnya.

Arifin berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor dengan mengenakan denda sesuai perjanjian kontrak yang ada.

Sekadar diketahui, Rusun KS Tubun sendiri dibangun tiga blok atau sebanyak 522 unit. Bagian bawah rusun juga dilengkapi dengan tempat usaha sebanyak 113 kios.

BERITA TERKAIT
       Rusunawa Bocor Diminta Cepat Diperbaiki

DPRD Minta Rusun yang Bocor Cepat Diperbaiki

Rabu, 25 Januari 2017 4099

DPRD Minta Pembangunan Rusun Dipercepat

Pembangunan Rusun Diminta Dipercepat

Selasa, 24 Januari 2017 3161

rusun

Warga Rusun Cibesel Keluhkan Saluran Bocor

Senin, 23 Januari 2017 4393

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 15999

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7287

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4972

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3701

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2815

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks