Senin, 27 Januari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
5566
(Foto: doc)
Warga Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, yang selalu mengalami banjir pada tahun-tahun mendatang tidak akan lagi merasakan banjir. Karena, ke depan Pemprov DKI Jakarta akan membangun tiga tower rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di lahan eks SD 09 Pengadegan. Lahan seluas 2.700 meter persegi ini sudah tidak digunakan sejak lima tahun terakhir karena siswanya sedikit.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pembangunan segera dimulai tahun ini. Ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sehingga warga bisa langsung direlokasi. "Di sini nanti akan dibangun rusun tiga tower, untuk relokasi warga agar setiap tahun tidak kena banjir," kata Jokowi, saat meninjau banjir di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Senin (27/1).
Diakui Jokowi rencana pembangunan rusunawa ini sudah sejak tahun lalu. Pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Manggas Rudi Siahaan, untuk segera membangun rusunawa tersebut. Dipastikan lahan yang akan dibangun rusunawa milik Pemprov DKI, karena sebelumnya telah berdiri SD negeri. "Tadi saya sudah telepon Kepala Dinas PU, perintah langsung dibangun segera," ujarnya.
Menurut Jokowi, untuk pembangunan rusunawa ini hanya membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Sama seperti rusunawa lainnya, di Pengadegan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti pasar, puskesmas, dan pendidikan di lantai dasarnya. Sosialisasi juga akan dilakukan melalui Pemerintah Kota Jakarta Selatan. "Ya ini untuk relokasi warga yang terendam. Sekitar sini saja banyak," jelasnya.
Sementara untuk anggaran, Jokowi mengaku telah dianggarkan dalam APBD 2014 yang baru disahkan oleh DPRD DKI. Menurut Jokowi untuk tahun ini rencananya akan dibangun sebanyak 200 tower untuk merelokasi warga di bantaran Sungai Ciliwung.
Walikota Jakarta Selatan, Syamsudin Noor mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan warga yang harus direlokasi. Kebanyakan warga bermukim di atas lahan milik negara. "Nanti akan kita data dulu, sebagian memang ada yang bersertifikat, namun kebanyakan di atas lahan negara," ucap Syamsudin.
Lurah Pengadegan, Rachmat Hazami menambahkan, warga yang akan direlokasi yakni sebanyak 375 kepala keluarga (KK). Mereka berasal dari tiga RT yakni RT 05, 06, 07 di RW 01. "Biasanya mereka terendam hingga ketinggian tiga meter," sebutnya.
Sementara banjir yang merendam kali ini, setidaknya mengakibatkan 3.000 warga mengungsi. Mereka berasal dari RW 10 RT 05,06,07,08,09,10,11 dan RW 01 di RT 07,06,08. Mereka ditempatkan di tujuh tempat pengusian seperti, GOR Pengadegan, kantor kecamatan, kelurahan, gedung perkantoran, dan SDN 09.
Banjir kali ini juga mengakibatkan tanggul di belakang rumah pompa Pengadegan roboh, sejak Rabu (22/1) lalu, karena tidak mampu menahan debit air yang terlalu deras. Akibat tanggul jebol membuat banjir yang merendam pemukiman warga lebih besar dari biasanya. Ketinggian air mencapai empat meter. Dinas Pekerjaan Umum pun langsung memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2297
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2222
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1687
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran
Kamis, 19 Maret 2026
955
DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah