Belanda Tertarik Program Bank Sampah DKI

Selasa, 22 November 2016 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Nani Suherni 4597

       Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Tertarik Program Bank Sampah

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Kerajaan Belanda, Melanie Schultz van Haegen, meninjau Bank Sampah Mekar Sari yang berlokasi di Jalan Mampang Prapatan IV RT 08/05, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (22/11).

Saya tertarik tidak hanya tentang usaha pemerintah bagaimana menurunkan emisi gas rumah kaca, tapi bagaimana masyarakat bisa membantu untuk usaha tersebut

Melanie mengatakan, dirinya sangat tertarik pada program bank sampah. Hal itu sesuai dengan kerja sama Indonesia dan Belanda dalam manajemen sampah mandiri.

Melanie menilai di Indonesia, 30 persen dari emisi gas rumah kaca dihasilkan dari sampah. Maka itu, bank sampah dapat membantu mengurangi kondisi tersebut.

"Saya tertarik tidak hanya tentang usaha pemerintah bagaimana menurunkan emisi gas rumah kaca, tapi bagaimana masyarakat bisa membantu untuk usaha tersebut," ungkap Melanie.

Menurut Melanie, partisipasi dan antusiasme masyarakat yang tinggi merupakan kunci keberhasilan program bank sampah.

Dia menambahkan, salah satu pelajaran yang bisa dia bawa kembali ke Belanda yaitu, bagaimana melibatkan dan memperkuat peran serta masyarakat sekitar dan komunitas untuk bersama-sama melakukan manajemen sampah mandiri.

"Kami bisa meningkatkan kerja sama dengan masyarakat dan pemulung sampah, saya sangat tertarik bagaimana mereka berusaha bersama-bersama untuk meningkatkan sistem manajemen persampahan," tutur Melanie.

Lurah Mampang Prapatan, Ramli mengatakan, bank sampah di RW 05 merupakan percontohan. Beranggotakan 15 orang pengurus dengan jumlah nasabahnya yang cukup banyak, setiap dua minggu sekali hasil dari penimbangan bank sampah ini rata-rata menghasilkan Rp 1,7 juta.

Ditambahkan Ramli, Bank Sampah Mekar Sari sudah berusia dua tahun ini sering mendapat kunjungan tamu dari luar negeri. Di antaranya, Jepang, Filipina dan kini dari Belanda.

"Kalau dulu bank sampah harus ada tempat yang permanen, sekarang cukup butuh tempat sederhana di pinggir jalan dan ada penimbangan," tandas Ramli

BERITA TERKAIT
Dua Ton Sampah Diangkut Setiap Hari Dari Rusun Pesakih

Jakbar akan Optimalkan Bank Sampah Rusun Pesakih

Selasa, 09 Agustus 2016 4078

Bank Sampah di Pekojan Dioperasikan

Bank Sampah di Pekojan Dioperasikan

Selasa, 26 Juli 2016 4978

Bank Sampah di Ibukota Masih Minim

Bank Sampah di Ibukota Masih Minim

Selasa, 12 Juli 2016 5731

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1555

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 1025

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1035

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1500

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1497

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks