Ratusan Makam di TPU Karet Bivak Terendam

Rabu, 22 Januari 2014 Reporter: Lopi Kasim Editor: Erikyanri Maulana 3857

TPU-BudiDarma-Terendam-Banjir.jpg

(Foto: doc)

Tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di ibu kota rupanya tak hanya menyebabkan banjir di wilayah pemukiman warga. Ratusan makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang pun ternyata ikut terendam banjir. Tak tanggung-tanggung, banjir di areal pemakaman ini mencapai setinggi 50 sentimeter.

Pantauan beritajakarta.com, kebanyakan makam yang terendam berada di Blok AA. Tidak hanya itu, lantaran ketinggian air menyebabkan banyak makam yang tergerus air. Bahkan lokasi makam banyak digunakan anak-anak untuk berenang dan bermain air di sekitar lokasi makam.

Hasan (57), salah satu penjaga dan pengurus makam mengatakan, banjir yang menggenani TPU Karet Bivak sudah berlangsung selama beberapa hari. Lokasi makam yang terendam paling banyak yang berdekatan dengan jalan raya karena luapan dari saluran air di samping makam. "Makam yang terendam ada di blok AA 12, AA 15, AA 16, AA 17 dan AA 37. Ini sudah terjadi selama 4 hari, selama hujan lebat mengguyur," ujar Hasan, Rabu (22/1).

Sebagian makam, kata Hasan, khususnya di blok AA memang memiliki kontur tanah yang lebih rendah dari sekelilingnya dengan bentuknya cekung sehingga air yang merendam ratusan makam ini tak dapat mengalir ke luar makam. Tak sedikit pula makam pejuang kemerdekaan republik ini dengan lambang bendera juga ikut tergenang. Upaya penyedotan pun pernah dilakukan, namun dihentikan lantaran tidak adanya tempat pembuangan air keluar makam. "Air dari kali sempat masuk, karena posisinya cekung. Airnya nggak mengalir keluar tetapi merendam makam. Kalau disedot juga susah karena nggak ada tempat pembuangannya," tuturnya.

Kasudin Pemakaman Jakarta Pusat, Dedy Tarmizi mengaku, pihaknya telah mengupayakan penyedotan menggunakan mobil Dinas Pertamanan dan Pemakaman  DKI. Namun lantaran curah hujan yang terus terjadi dan sulitnya membuang air keluar, upaya itu dihentikan sementara.

Ditambahkan Dedy, ke depan, pihaknya akan memprogramkan upaya peninggian area makam agar tidak kembali terendam apabila terjadi hujan. Untuk saat ini, pihaknya akan melihat kondisi hujan yang terjadi untuk melakukan penyedotan banjir. Sehingga makam-makam itu tidak rusak dan tergerus air. "Kita lihat kondisinya seperti apa, nanti kalau memungkinkan akan kita sedot airnya," tandas Dedi.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2887

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks