Terjaring Razia, 176 PMKS Dipulangkan ke Daerah Asal

Kamis, 17 Juli 2014 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 3647

pmks dipulangkan kekampung

(Foto: doc)

Dinas Sosial DKI Jakarta memulangkan sebanyak 176 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang menjadi warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur, ke daerah asal mereka di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Kamis  (17/7). Kepulangan ratusan PMKS ini menggunakan tiga unit bus dan dikawal ketat petugas Dinas Sosial DKI.

Kita terus lakukan pembinaan terhadap PMKS yang terjaring agar mereka tidak lagi turun ke jalan

Sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing, seluruh PMKS akan dititipkan serta dibina terlebih dulu di panti sosial wilayah setempat. Untuk Jawa Barat, mereka akan ditampung di Sub Unit Rumah Rehabilitasi Sosial Sosial Bina Mandiri Palimanan, Subang. Sedangkan untuk Jawa Tengah, mereka diinapkan di Balai Rehabilitasi Sosial Samektokarti, Comal, Pemalang.

Kepala Dinas Sosial DKI, Masrokhan mengatakan, kendati telah memulangkan 176 PMKS, pihaknya akan terus menggelar razia selama Ramadhan ini. Sebab di sejumlah titik ibu kota masih banyak PMKS yang berkeliaran di jalan dan mengganggu ketertiban umum. Terlebih jelang Hari Raya Idul Fitri, diprediksi jumlahnya melonjak hingga 25 persen dari hari biasanya.

“Seluruh PMKS yang kita pulangkan ke kampung halamannya ini merupakan hasil razia selama Ramadhan. Kita terus lakukan pembinaan terhadap PMKS yang terjaring agar mereka tidak lagi turun ke jalan,” ujar Masrokhan.

Menurut Masrokhan, seluruh PMKS yang terjaring selalu dibina di 27 panti sosial yang ada di DKI Jakarta selama tiga bulan. Mereka dilatih keterampilan sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga diharapkan usai dipulangkan mereka memiliki bekal keterampilan.

Dinas Sosial DKI mencatat, dalam dua pekan Ramadhan, sedikitnya 329 PMKS yang berhasil terjaring di berbagai tempat. Mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya nanti pada H+14 Lebaran.

Masrokhan mengungkapkan, pemulangan ini dilakukan mengingat volume panti di ibu kota sudah kelebihan kapasitas. Hal ini sekaligus untuk menekan angka urbanisasi yang terjadi ibu kota, sebab mayoritas PMKS yang beroperasi di Jakarta merupakan para pendatang dari luar Jakarta.

"Namun kalau mereka ternyata kembali lagi ke Jakarta dan tertangkap, maka akan diancam dengan sanksi pidana. Untuk penanganan hukumnya akan diserahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian," jelasnya.

Sementara itu, Kartono (70), salah seoarang PMKS asal Kendal, Jawa Tengah, mengaku, kapok hidup menggelandang di Jakarta. Terlebih pria paruh baya ini sudah tiga bulan tinggal di panti sosial, setelah terjaring razia.

“Kapok juga sih tinggal di Jakarta tidak punya rumah, jadi ditangkap petugas. Mending tinggal di kampung saja jadi buruh tani atau kerja serabutan lain yang penting halal,” ujar Kartono.

BERITA TERKAIT
pmks perapatan coca cola

6.000 PMKS Terjaring Selama Ramadhan

Kamis, 17 Juli 2014 3155

basuki t purnama baju ijo dok beritajakarta

PMKS Langgar Perjanjian Akan Dipidana

Senin, 14 Juli 2014 9776

Jelang Lebaran, PMKS di Jaktim Semakin Marak

Jelang Lebaran, PMKS di Jaktim Semakin Marak

Kamis, 10 Juli 2014 3015

Pengemis

Pemberi Uang ke Pengemis Akan Didenda Rp 20 Juta

Rabu, 25 Juni 2014 10228

 1.422 PMKS Terjaring Disemester Awal

Ramadhan, Pengemis Diprediksi Meningkat 15 Persen

Selasa, 24 Juni 2014 4889

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2503

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1202

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 963

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 509

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 404

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks