Ratusan Orangtua Vaksin Ulang Balita di Puskesmas Ciracas

Senin, 18 Juli 2016 Reporter: Nurito Editor: Rio Sandiputra 3524

Ratusan Orangtua Vaksin Ulang Balita di Puskesmas Ciracas

(Foto: Nurito)

Ratusan orangtua balita mendatangi posko vaksin di Puskesmas Ciracas, Jalan Haji Baping, Jakarta Timur, Senin (18/7). Mereka datang untuk vaksin ulang dan juga konsultasi, setelah menjadi korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda dan Klinik Bidan Elly.

Data balita yang harus divaksin di sini kan ada 197 balita. Jumlah vaksinnya kita lebihkan takutnya ada penambahan

Dwi Febrianti (28), salah satu orangtua balita, mengaku datang ke posko untuk vaksin ulang anaknya yang berinisial FA (7 bulan). Terlebih ia pada Jumat malam ditelepon petugas Satgas Penanganan Vaksin Palsu dan diminta untuk vaksin ulang pada hari Senin ini.

"Saya ditelepon Satgas Vaksin Palsu Kemenkes pada Jumat malam. Katanya diminta vaksin ulang, ya kita datang ke sini," kata Dwi saat ditemui di Posko Vaksin Palsu Puskesmas Ciracas.

Ia mengaku telah memvaksin anaknya di RS Harapan Bunda pada bulan lalu. Padahal pembayaran vaksin jenis pediacel dilakukan resmi di kasir Rp 600 ribu dan ada kwitansi resmi rumah sakit. Ia heran karena di berita media massa, kebanyakan korban vaksin palsu adalah yang bayarnya tidak melalui kasir, melainkan dokter atau perawat. Namun ternyata yang bayar resmi pun menjadi korban vaksin palsu.

Kepala Puskesmas Ciracas, Winarto mengatakan, untuk memberikan layanan vaksin ulang pihaknya menyiapkan 10 petugas medis yang siaga di lima meja pelayanan. Mereka berasal dari unsur dokter spesialis anak, tenaga gizi, perawat, bidan dan tenaga administrasi

"Data balita yang harus divaksin di sini kan ada 197 balita. Jumlah vaksinnya kita lebihkan takutnya ada penambahan," ucap Winarto.

Menurutnya, yang datang ke posko ini tidak hanya korban vaksin palsu. Namun mereka yang penasaran dan khawatir juga datang untuk konsultasi, apakah perlu vaksin ulang atau tidak.

"Prinsipnya semua yang datang akan dilayani, didata dan diverifikasi. Klarifikasi dilakukan melalui interview dan buku imunisasi balita. Jika diindikasikan terkena vaksin palsu maka akan divaksin ulang," tandasnya.

Mekanismesnya, orangtua dan balitanya datang ke posko. Kemudian melakukan pendaftaran di meja registrasi. Kemudian balita ditimbang, dilakukan pencatatan status imuninasinya. Selanjutnya diskrening atau diperiksa oleh dokter spesialis anak. Dari sini dokter akan merekomendasikan perlu tidaknya seorang balita divaksin ulang atau tidaknya. Vaksin ulang atas persetujuan orangtua dan mereka yang setuju diwajibkan mengisi formulir data orangtua dan balitanya.

BERITA TERKAIT
Jokowi Pantau Vaksinasi Ulang di Puskesmas Ciracas

Jokowi Pantau Vaksinasi Ulang di Puskesmas Ciracas

Senin, 18 Juli 2016 4846

DKI Gratiskan Imunisasi Ulang Korban Vaksin Palsu

DKI Gratiskan Imunisasi Ulang Korban Vaksin Palsu

Senin, 18 Juli 2016 4781

Izin Operasional RS Harapan Bunda Terancam Dicabut

Izin Operasional RS Harapan Bunda Terancam Dicabut

Sabtu, 16 Juli 2016 5429

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9246

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3216

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3635

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1931

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1501

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks