Ratusan Orangtua Vaksin Ulang Balita di Puskesmas Ciracas

Senin, 18 Juli 2016 Reporter: Nurito Editor: Rio Sandiputra 3588

Ratusan Orangtua Vaksin Ulang Balita di Puskesmas Ciracas

(Foto: Nurito)

Ratusan orangtua balita mendatangi posko vaksin di Puskesmas Ciracas, Jalan Haji Baping, Jakarta Timur, Senin (18/7). Mereka datang untuk vaksin ulang dan juga konsultasi, setelah menjadi korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda dan Klinik Bidan Elly.

Data balita yang harus divaksin di sini kan ada 197 balita. Jumlah vaksinnya kita lebihkan takutnya ada penambahan

Dwi Febrianti (28), salah satu orangtua balita, mengaku datang ke posko untuk vaksin ulang anaknya yang berinisial FA (7 bulan). Terlebih ia pada Jumat malam ditelepon petugas Satgas Penanganan Vaksin Palsu dan diminta untuk vaksin ulang pada hari Senin ini.

"Saya ditelepon Satgas Vaksin Palsu Kemenkes pada Jumat malam. Katanya diminta vaksin ulang, ya kita datang ke sini," kata Dwi saat ditemui di Posko Vaksin Palsu Puskesmas Ciracas.

Ia mengaku telah memvaksin anaknya di RS Harapan Bunda pada bulan lalu. Padahal pembayaran vaksin jenis pediacel dilakukan resmi di kasir Rp 600 ribu dan ada kwitansi resmi rumah sakit. Ia heran karena di berita media massa, kebanyakan korban vaksin palsu adalah yang bayarnya tidak melalui kasir, melainkan dokter atau perawat. Namun ternyata yang bayar resmi pun menjadi korban vaksin palsu.

Kepala Puskesmas Ciracas, Winarto mengatakan, untuk memberikan layanan vaksin ulang pihaknya menyiapkan 10 petugas medis yang siaga di lima meja pelayanan. Mereka berasal dari unsur dokter spesialis anak, tenaga gizi, perawat, bidan dan tenaga administrasi

"Data balita yang harus divaksin di sini kan ada 197 balita. Jumlah vaksinnya kita lebihkan takutnya ada penambahan," ucap Winarto.

Menurutnya, yang datang ke posko ini tidak hanya korban vaksin palsu. Namun mereka yang penasaran dan khawatir juga datang untuk konsultasi, apakah perlu vaksin ulang atau tidak.

"Prinsipnya semua yang datang akan dilayani, didata dan diverifikasi. Klarifikasi dilakukan melalui interview dan buku imunisasi balita. Jika diindikasikan terkena vaksin palsu maka akan divaksin ulang," tandasnya.

Mekanismesnya, orangtua dan balitanya datang ke posko. Kemudian melakukan pendaftaran di meja registrasi. Kemudian balita ditimbang, dilakukan pencatatan status imuninasinya. Selanjutnya diskrening atau diperiksa oleh dokter spesialis anak. Dari sini dokter akan merekomendasikan perlu tidaknya seorang balita divaksin ulang atau tidaknya. Vaksin ulang atas persetujuan orangtua dan mereka yang setuju diwajibkan mengisi formulir data orangtua dan balitanya.

BERITA TERKAIT
Jokowi Pantau Vaksinasi Ulang di Puskesmas Ciracas

Jokowi Pantau Vaksinasi Ulang di Puskesmas Ciracas

Senin, 18 Juli 2016 4894

DKI Gratiskan Imunisasi Ulang Korban Vaksin Palsu

DKI Gratiskan Imunisasi Ulang Korban Vaksin Palsu

Senin, 18 Juli 2016 4840

Izin Operasional RS Harapan Bunda Terancam Dicabut

Izin Operasional RS Harapan Bunda Terancam Dicabut

Sabtu, 16 Juli 2016 5489

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2875

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1259

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1054

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1196

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks