Retribusi Non Tunai Diberlakukan, Pengurus Pasar Pasrah

Sabtu, 05 Juli 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 52357

Pasar Ular Plumpang

(Foto: doc)

Rencana pembayaran retribusi pedagang melalui rekening Bank DKI yang mulai diujicoba bulan ini, ditanggapi pasrah pengurus pasar. Pasalnya, selama ini mereka bergantung dari hasil setoran pedagang tanpa mendapat honor dari pemerintah.

Selama ini kita dapat gaji dari iuran pedagang bukan pemerintah

Seperti halnya di Pasar Ular Plumpang atau lokasi JU 18 di Jl Plumpang Raya, untuk mengurus operasional pasar ada 14 pengurus. Terdiri 6 orang petugas keamanan, petugas retribusi dan kebersihan masing-masing 2 orang dan 4 orang pengurus.

Selama ini dalam mengelola pasar, mereka tidak menerima gaji atau honor dari pemerintah. Untuk honor mereka maupun kebutuhan operasional lain, pengurus melakukan kesepakatan dengan para pedagang dengan memungut iuran pengelolaan di luar retribusi resmi.

Salah seorang petugas retribusi Pasar Ular Plumpang, yang bertugas menarik uang dari pedagang, Sayumi (43), mengaku kebingungan dengan rencana penerapan aturan tersebut. Sebab, pria yang setiap bulannya mendapat honor Rp 1.250 ribu tersebut selama ini biasa menagih kepada 150 pedagang. Dengan aturan itu, ia khawatir tidak lagi mendapat honor.

"Selama ini kita dapat gaji dari iuran pedagang bukan pemerintah. Pihak KUMKMP tahunya kita setoran setiap hari Rp 3.000 per orang dari pedagang," ujarnya, Sabtu (5/7).

Koordinator Pengurus Pasar Ular Plumpang, Ustafifi mengaku, sudah mendapat sosialisasi tentang rencana pembayaran retribusi melalui rekening oleh pihak Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKMP) Jakarta Utara. Namun, ia berharap gaji para pengurus diperhatikan. "Pasar ini bisa jalan karena ada yang mengelola," tegasnya.

Diakui Ustafifi, untuk menggaji pengelola pasar yang berhonor antara Rp 800 ribu-Rp 2 juta, selama ini antara pengurus dan paguyuban yang menaungi pedagang ada kesepakatan iuran operasional di luar retribusi. Sehingga setiap harinya pedagang di Pasar Ular dipungut Rp 8 ribu per hari. Sedangkan pungutan total yang dikumpulkan dari 150 pedagang di Pasar Ular, setiap hari mecapai Rp 750 ribu.

"Iuran tambahan itu bukan kita yang mengadakan. Tapi memang kesepakatan rapat dengan paguyuban pedagang," tandasnya.

BERITA TERKAIT
2.875 PKL Akan Terapkan Retribusi Non Tunai

2.875 PKL Akan Terapkan Retribusi Non Tunai

Jumat, 04 Juli 2014 5762

Jokowi Kunjungi Proyek Pembangunan Pasar

Pasar Manggis Diharapkan Rampung Sebelum Lebaran

Senin, 05 Mei 2014 5043

Revitalisasi Pasar IRTI Monas Rampung Agustus Mendatang

Agustus, Revitalisasi Pasar IRTI Monas Rampung

Jumat, 04 Juli 2014 5578

 Padahal, salah satu klausul perjanjian, pedagang dalam waktu 2 x 24 jam setelah menerima kunci haru

UPT Lokbin Ambil Alih 33 Kios Lorong 103 Koja

Senin, 12 Mei 2014 5029

 Padahal, salah satu klausul perjanjian, pedagang dalam waktu 2 x 24 jam setelah menerima kunci haru

Kios Kosong di Lokbin 103 Terancam Disegel

Sabtu, 03 Mei 2014 4334

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7068

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4727

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2305

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1088

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2238

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks