Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, angka perpindahan warga daerah ke Ibukota (urbanisasi) terus meningkat. Karena itu, penyelesaian persoalan kependudukan di Jakarta harus melibatkan pemerintah pusat.
Ciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta
"Ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tapi juga oleh Pemerintah Pusat," kata Djarot, Rabu (6/7).
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah penduduk di Ibukota tiga tahun lalu berkisar 9,9 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 10,1 juta jiwa pada tahun ini.
"Artinya ada pertambahan penduduk sekitar 100 ribu orang setiap tahun," ujarnya.
Sebab itu, Djarot berharap pemerintah pusat melakukan pemerataan pembangunan. Sehingga warga di pelosok daerah tidak berbondong-bondong ke Jakarta untuk mencari penghidupan.
"Ciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta. Kembangkan potensi di masing-masing daerah sehingga mereka bisa bekerja dan tak perlu ke Jakarta," paparnya.
Terkait persoalan tersebut, Djarot optimis pemerintah pusat dibawah Presiden Joko Widodo mampu merealisasikan pembangunan merata di seluruh Provinsi. Sambil menunggu proses itu, dirinya mengaku Pemprov DKI tetap melakukan proses pengendalian peningkatan warga daerah ke ibukota.
"Ya dengan binduk (bina kependudukan). Itu bisa mengatasi," tandasnya.
BERITA TERKAIT
Djarot Harap Alumni Gontor Bisa Memberikan Pencerahan
Sabtu, 28 Mei 2016
3446
Pengelola Resort Diimbau Rekrut Warga Kepulauan Seribu
Rabu, 21 Oktober 2015
2631
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9277
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3235
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3662
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1951
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman