Pengelola Resort Diimbau Rekrut Warga Kepulauan Seribu

Rabu, 21 Oktober 2015 Reporter: Suparni Editor: Widodo Bogiarto 2686

Pengelola Resort Diimbau Rekrut Warga Kepulauan Seribu

(Foto: Suparni)

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Anwar mengimbau para pengelola resort atau penginapan lebih mengutamakan warga setempat untuk direkrut sebagai pegawai, ketimbanng dari daerah lain.

Kewajiban tersebut sudah diatur juga dalam UU Ketenagakerjaan, agar melibatkan warga setempat

Pasalnya, meski Kepulauan Seribu dipenuhi resort, namun hanya sedikit warga setempat yang direkrut menjadi pegawai.

"Kewajiban tersebut sudah diatur juga dalam UU Ketenagakerjaan, agar melibatkan warga setempat. Kalau tidak sesuai dengan kemampuannya, bisa di bagian yang paling mudah," kata Anwar, Rabu (21/10).

Menurut Anwar, selain pegawai resort, lapangan kerja yang tersedia di Kepulauan Seribu antara lain pembangunan kantor pemerintahan serta fasilitas publik lainnya.

"Untuk yang mudah-mudah tidak perlulah urbanisasi tenaga kerja," ujar Anwar.

BERITA TERKAIT
Semua Pihak Berperan Selesaikan Masalah Pengangguran di Jakarta

Jumlah Pengangguran di Jakbar 113.030 Jiwa

Kamis, 15 Oktober 2015 3980

 Basuki Ingin Alihkan PHL Jadi Petugas PPSU

Basuki Ingin Alihkan PHL Jadi Petugas PPSU

Jumat, 09 Oktober 2015 5128

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 16739

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7291

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4977

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3705

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 1208

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks