Pelayanan Puskesmas Cempaka Putih Barat I Dikeluhkan

Selasa, 01 Juli 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Agustian Anas 13646

pelayanan puskesmas ilustrasi

(Foto: doc)

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Cempaka Putih Barat I dikeluhkan sebagian besar warga, terutama pasien yang berobat di puskesmas tersebut.

Saya itu antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh balik lagi besoknya

Selain karena kepala puskesmas yang merangkap dokter, Rini Dwi Putranti, jarang berada di tempat, jumlah pasien yang berobat di puskesmas yang terletak di Jalan Cempaka Putih Barat XIX itu juga dibatasi. Alhasil, seringkali pasien yang sudah antre sejak pagi tidak dilayani.   

 

"Saya sudah antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh kembali lagi esok harinya," keluh Dwi Haryanti, salah seorang pasien, Selasa (1/7).

Namun karena butuh pengobatan, akhirnya si pasien menuruti instruksi pihak puskesmas dan kembali esok harinya. "Saya datang lagi esok harinya. Namun setelah menunggu hingga pukul 12.00, dokternya tak kunjung datang juga," ucapnya kesal.

Dia juga menceritakan, pengalaman kurang enak yang dialami temannya. "Teman saya disuruh pulang karena jumlah pasien yang antre untuk berobat sudah 10 orang. Ini kan aneh. Masa dibatasi seperti itu," ungkapnya.

Namun tudingan pasien tersebut disangkal Rinta, salah seorang bidan di puskesmas Cempaka Putih Barat I. Menurutnya, pihak puskesmas tidak pernah membatasi jumlah pasien yang berobat. "Kami tidak pernah membatasi pasien untuk berobat. Yang ada, peralatan medis kami sangat terbatas," katanya.

Mengenai kepala puskesmas Rini Dwi Putrianti yang jarang berada di tempat, Rinta mengatakan dikarenakan sering menghadiri undangan rapat. "Bu dokter memang kerap keluar, karena sering ada undangan dari Dinas Kesehatan mewakili kelurahan," ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Netry Listriani, mengatakan, tingkat kehadiran Kepala Puskesmas Cempaka Putih Barat I sangat baik. Hal itu bisa dibuktikan dari data absensi yang diperoleh dari kepala puskesmas tingkat kecamatan. "Kita kan ada daftar absesinya, saya selalu cek itu, dan dia (dokter Rini) tingkat kehadirannya sangat baik," terang Netry.

Menurut Netry, ketidakhadiran dokter Rini yang dikeluhkan pasien itu juga sepengetahuan dirinya. "Memang dia (dokter Rini) ngak hadir karena ada undangan dari dinas, dan undangan itu ditembuskan ke saya juga. Jadi kalau dia ngak hadir, saya ngak mungkin tidak mengetahuinya," ucap Netry.

"Saya senang kalau ada warga melapor, berarti warga aktif. Kalau mau melapor bisa ke tingkat kecamatan, atau langsung ke Sudin Kesehatan di Jalan Salemba, Jakarta Pusat," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Konsekuensinya bila dalam masa penilaian hasilnya tidak bagus, maka Pemprov DKI Jakarta tidak akan s

Kinerja Buruk, CPNS Terancam Dipecat

Jumat, 27 Juni 2014 7044

Menggunakan Identitas Palsu, Tahanan Rutan Salemba Melarikan Diri

Napi Salemba Kabur Pakai KTP Palsu

Minggu, 29 Juni 2014 4759

saefullah bersih bersih monas jum'at

Walikota Jakpus Bersihkan Sampah Monas

Jumat, 27 Juni 2014 5408

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2854

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1254

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1044

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1186

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 578

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks