Pelayanan Puskesmas Cempaka Putih Barat I Dikeluhkan

Selasa, 01 Juli 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Agustian Anas 13773

pelayanan puskesmas ilustrasi

(Foto: doc)

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Cempaka Putih Barat I dikeluhkan sebagian besar warga, terutama pasien yang berobat di puskesmas tersebut.

Saya itu antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh balik lagi besoknya

Selain karena kepala puskesmas yang merangkap dokter, Rini Dwi Putranti, jarang berada di tempat, jumlah pasien yang berobat di puskesmas yang terletak di Jalan Cempaka Putih Barat XIX itu juga dibatasi. Alhasil, seringkali pasien yang sudah antre sejak pagi tidak dilayani.   

 

"Saya sudah antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh kembali lagi esok harinya," keluh Dwi Haryanti, salah seorang pasien, Selasa (1/7).

Namun karena butuh pengobatan, akhirnya si pasien menuruti instruksi pihak puskesmas dan kembali esok harinya. "Saya datang lagi esok harinya. Namun setelah menunggu hingga pukul 12.00, dokternya tak kunjung datang juga," ucapnya kesal.

Dia juga menceritakan, pengalaman kurang enak yang dialami temannya. "Teman saya disuruh pulang karena jumlah pasien yang antre untuk berobat sudah 10 orang. Ini kan aneh. Masa dibatasi seperti itu," ungkapnya.

Namun tudingan pasien tersebut disangkal Rinta, salah seorang bidan di puskesmas Cempaka Putih Barat I. Menurutnya, pihak puskesmas tidak pernah membatasi jumlah pasien yang berobat. "Kami tidak pernah membatasi pasien untuk berobat. Yang ada, peralatan medis kami sangat terbatas," katanya.

Mengenai kepala puskesmas Rini Dwi Putrianti yang jarang berada di tempat, Rinta mengatakan dikarenakan sering menghadiri undangan rapat. "Bu dokter memang kerap keluar, karena sering ada undangan dari Dinas Kesehatan mewakili kelurahan," ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Netry Listriani, mengatakan, tingkat kehadiran Kepala Puskesmas Cempaka Putih Barat I sangat baik. Hal itu bisa dibuktikan dari data absensi yang diperoleh dari kepala puskesmas tingkat kecamatan. "Kita kan ada daftar absesinya, saya selalu cek itu, dan dia (dokter Rini) tingkat kehadirannya sangat baik," terang Netry.

Menurut Netry, ketidakhadiran dokter Rini yang dikeluhkan pasien itu juga sepengetahuan dirinya. "Memang dia (dokter Rini) ngak hadir karena ada undangan dari dinas, dan undangan itu ditembuskan ke saya juga. Jadi kalau dia ngak hadir, saya ngak mungkin tidak mengetahuinya," ucap Netry.

"Saya senang kalau ada warga melapor, berarti warga aktif. Kalau mau melapor bisa ke tingkat kecamatan, atau langsung ke Sudin Kesehatan di Jalan Salemba, Jakarta Pusat," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Konsekuensinya bila dalam masa penilaian hasilnya tidak bagus, maka Pemprov DKI Jakarta tidak akan s

Kinerja Buruk, CPNS Terancam Dipecat

Jumat, 27 Juni 2014 7123

Menggunakan Identitas Palsu, Tahanan Rutan Salemba Melarikan Diri

Napi Salemba Kabur Pakai KTP Palsu

Minggu, 29 Juni 2014 4813

saefullah bersih bersih monas jum'at

Walikota Jakpus Bersihkan Sampah Monas

Jumat, 27 Juni 2014 5475

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7117

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4806

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1916

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2477

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1024

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks