Pelayanan Puskesmas Cempaka Putih Barat I Dikeluhkan

Selasa, 01 Juli 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Agustian Anas 13164

pelayanan puskesmas ilustrasi

(Foto: doc)

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Cempaka Putih Barat I dikeluhkan sebagian besar warga, terutama pasien yang berobat di puskesmas tersebut.

Saya itu antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh balik lagi besoknya

Selain karena kepala puskesmas yang merangkap dokter, Rini Dwi Putranti, jarang berada di tempat, jumlah pasien yang berobat di puskesmas yang terletak di Jalan Cempaka Putih Barat XIX itu juga dibatasi. Alhasil, seringkali pasien yang sudah antre sejak pagi tidak dilayani.   

 

"Saya sudah antre sejak pukul 07.00. Karena dokternya ngak ada, saya disuruh kembali lagi esok harinya," keluh Dwi Haryanti, salah seorang pasien, Selasa (1/7).

Namun karena butuh pengobatan, akhirnya si pasien menuruti instruksi pihak puskesmas dan kembali esok harinya. "Saya datang lagi esok harinya. Namun setelah menunggu hingga pukul 12.00, dokternya tak kunjung datang juga," ucapnya kesal.

Dia juga menceritakan, pengalaman kurang enak yang dialami temannya. "Teman saya disuruh pulang karena jumlah pasien yang antre untuk berobat sudah 10 orang. Ini kan aneh. Masa dibatasi seperti itu," ungkapnya.

Namun tudingan pasien tersebut disangkal Rinta, salah seorang bidan di puskesmas Cempaka Putih Barat I. Menurutnya, pihak puskesmas tidak pernah membatasi jumlah pasien yang berobat. "Kami tidak pernah membatasi pasien untuk berobat. Yang ada, peralatan medis kami sangat terbatas," katanya.

Mengenai kepala puskesmas Rini Dwi Putrianti yang jarang berada di tempat, Rinta mengatakan dikarenakan sering menghadiri undangan rapat. "Bu dokter memang kerap keluar, karena sering ada undangan dari Dinas Kesehatan mewakili kelurahan," ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Netry Listriani, mengatakan, tingkat kehadiran Kepala Puskesmas Cempaka Putih Barat I sangat baik. Hal itu bisa dibuktikan dari data absensi yang diperoleh dari kepala puskesmas tingkat kecamatan. "Kita kan ada daftar absesinya, saya selalu cek itu, dan dia (dokter Rini) tingkat kehadirannya sangat baik," terang Netry.

Menurut Netry, ketidakhadiran dokter Rini yang dikeluhkan pasien itu juga sepengetahuan dirinya. "Memang dia (dokter Rini) ngak hadir karena ada undangan dari dinas, dan undangan itu ditembuskan ke saya juga. Jadi kalau dia ngak hadir, saya ngak mungkin tidak mengetahuinya," ucap Netry.

"Saya senang kalau ada warga melapor, berarti warga aktif. Kalau mau melapor bisa ke tingkat kecamatan, atau langsung ke Sudin Kesehatan di Jalan Salemba, Jakarta Pusat," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Konsekuensinya bila dalam masa penilaian hasilnya tidak bagus, maka Pemprov DKI Jakarta tidak akan s

Kinerja Buruk, CPNS Terancam Dipecat

Jumat, 27 Juni 2014 6805

Menggunakan Identitas Palsu, Tahanan Rutan Salemba Melarikan Diri

Napi Salemba Kabur Pakai KTP Palsu

Minggu, 29 Juni 2014 4586

saefullah bersih bersih monas jum'at

Walikota Jakpus Bersihkan Sampah Monas

Jumat, 27 Juni 2014 5168

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3942

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 482

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1146

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks