Infrastruktur Transportasi Ibu Kota Mendesak Dibenahi

Kamis, 26 Juni 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3562

Basuki T Purnama Seminar Transportasi

(Foto: Wahyu Ginanjar Ramadhan)

Infrastruktur transportasi di ibu kota terus dibenahi oleh Pemprov DKI Jakarta. Karena dikhawatirkan akan terjadi bencana demografi pada 10 tahun ke depan jika infrastruktur tetap seperti ini. Terlebih penduduk Jakarta akan terus bertambah.

Nanti, kalau sampai terjadi bencana demografi, yang ada malah setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, apabila infrastruktur transportasi publik di Jakarta tidak ditata rapi, maka diperkirakan dalam waktu 10 tahun mendatang dapat terjadi bencana demografi.

"Nanti, kalau sampai terjadi bencana demografi, yang ada malah setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Maka dari itu, infrastruktur di Jakarta harus dibereskan, termasuk transportasinya," kata Basuki, dalam seminar Mencari Model Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik Kota Jakarta di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (26/6).

Perbaikan infrastruktur di ibu kota ini, juga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lainnya. Terlebih kelak, Jakarta akan menjadi ibu kota bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. "Oleh karena itu, infrastruktur transportasi di Jakarta tidak boleh dibiarkan berantakan," tegasnya.

Menurut Basuki, salah satu infrastruktur transportasi yang harus dibenahi, yaitu pembangunan rel-rel yang akan dimanfaatkan untuk sarana transportasi publik, misalnya Mass Rapid Transit (MRT). Angkutan massal berbasis rel yang ada di Jakarta saat ini masih sangat minim.

"Sebetulnya, kita itu sudah punya yang namanya transportasi masal, yaitu Kereta Commuter Line. Itu kan sama seperti MRT, yang jadi masalah hanya rel yang masih kurang, makanya dibangun MRT," ucapnya.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadiyanto mengatakan, kesempatan yang dimiliki oleh Jakarta untuk membangun infrastruktur transportasinya sangat besar. Namun ada kesenjangan antara pembiayaan pemerintah dan pihak penyedia infrastruktur.

Oleh sebab itu, dia mengungkapkan, kesenjangan tersebut harus diisi oleh swasta sebagai pihak penyedia infrastruktur, sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan cepat dan tidak tertinggal. "Selain itu, kita juga mengharapkan pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta dapat dijadikan model bagi daerah-daerah lain," paparnya.

BERITA TERKAIT
Stasiun Tanah Abang

Penumpang Keluhkan Jauhnya Tempat Refund THB

Minggu, 22 Juni 2014 6687

penumpang_transjakarta_istimewa.jpg_dok.jpg

Sambut HUT DKI, Naik Transjakarta Gratis

Kamis, 19 Juni 2014 5351

e-ticket transjakarta istimewa

Bus Transjakarta Segera Terapkan Tiket Elektronik Terpadu

Senin, 16 Juni 2014 5885

mrt jakarta

Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai 2015

Kamis, 29 Mei 2014 5542

e-ticket transjakarta istimewa

Bus Transjakarta Segera Terapkan Tiket Elektronik Terpadu

Senin, 16 Juni 2014 5885

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2509

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 966

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 409

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks