Warga Keluhkan Sampah di TPSS Papanggo

Kamis, 26 Mei 2016 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Nani Suherni 4738

Warga Papanggo Keluhkan Sampah Yang Menggunung di TPSS

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Warga Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengeluhkan keberadaan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di RW 07, Kelurahan Papanggo. Sebab, keberadaan sampah di TPSS tersebut setiap hari selalu menumpuk dan jarang diangkut tuntas.

Pastinya meski setiap hari diangkut, pengangkutan tidak dilakukan dengan tuntas hingga sampah di TPSS tersebut benar-benar bersih. Tapi, selalu saja ada sisa dan cukup banyak

Pantuan Beritajakarta.com, menumpuknya sampah di TPSS tersebut, tepatnya di samping kolong Tol Wiyoto Wiyono, yang masuk wilayah RW 07, Kelurahan Papanggo tampak dari kondisi sampah yang menggunung hingga mencapai ketinggian kira-kira tiga meter lebih. Sampah di TPSS itu juga terlihat berserakan dan mengotori jalan.

Kawasan seputar TPPS juga terlihat sangat kumuh dengan keberadaan gubuk dan tumpukan karung plastik berisi barang-barang bekas para pemulung.

Sobri (49) warga RW 07, Kelurahan Papanggo mengatakan, bahwa selama ini keberadaan sampah di TPSS tersebut memang sering diangkut minimal tiga sampai empat truk. Namun, karena keberadaan TPSS adalah gabungan dua kelurahan, yaitu Kelurahan Papanggo dan Warakas membuat tumpukan sampah tidak terelakan.

“Pastinya meski setiap hari diangkut, pengangkutan tidak dilakukan dengan tuntas hingga sampah di TPSS tersebut benar-benar bersih. Tapi, selalu saja ada sisa dan cukup banyak,” ujar Sobri, Kamis (26/5).

Warga khawatir, saat hujan turun sampah jadi basah hingga menebar aroma tak sedap dapat menimbulkan penyakit. Ia menyarankan, agar pemerintah membangun sekeliling TPSS setinggi satu meter, sehingga sampah tertampung semuanya.

“Minimal di seputar TPSS tersebut agar sampah tidak berserakan pemerintah membangun sekeliling  TPSS tersebut dengan corang beton setinggi minimal satu setengah meter,” terangnya.

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Slamet Riyadi menuturkan, kawasan itu berada diperbatasan dua wilayah, yaitu Kelurahan Papanggo dan Warakas. Ada dugaan ada oknum yang memanfaatkan lahan untuk menampung sampah dari luar seperti restoran dan pabrik dan home industri.

“Untuk menjaga wilayahnya agar tidak sampai jadi tempat pembuangan sampah dari luar tapi hanya sampah rumah tangga juga sangat penting. Dan, saat ini juga keberadaan sampah di TPSS tersebut akan kami angkut hingga benar-benar bersih,” tandas Slamet.

BERITA TERKAIT
Jumlah Bank Sampah di DKI Masih Minim

Jumlah Bank Sampah di DKI Masih Minim

Rabu, 18 Mei 2016 3695

LPS Liar di Cengkareng Timur Ditutup

LPS Liar di Cengkareng Timur Ditutup

Senin, 02 Mei 2016 4604

Aksi Demo Buruh Sisakan 7,5 Ton Sampah

Aksi Buruh Sisakan 7,5 Ton Sampah

Minggu, 01 Mei 2016 6682

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5787

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1618

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1505

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 538

Rano Karno Buka Discover Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur 3

Rano Resmi Buka Discover Betawi Art and Culture 2026

Jumat, 19 Juni 2026 500

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks