Ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) buah-buahan dan sayuran di pinggir rel Kereta Api (KA) Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, Senin (24/3) kembali ditertibkan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Penertiban yang melibatkan ratusan petugas gabungan PT KAI, kepolisian dan TNI ini digelar karena keberadaan para PKL tersebut dianggap mengganggu keamanan jalur kereta api, karena banyaknya sampah yang dibuang para PKL ke rel.
Humas Daerah Operasional I PT KAI, Agus Komarudin mengatakan, pembongkaran ratusan lapak PKL yang umumnya berjualan buah-buahan dan sayuran yang berada di pinggir rel seputar kawasan Stasiun Duri tersebut, kembali dilakukan karena menghasilkan tumpukan sampah yang cukup banyak, baik itu di dalam rel maupun di bantaran rel.
“Ada seratus lebih lapak yang kami tertibkan. Penertiban berjalan lancar karena sejak sebulan lalu sudah kami berikan surat peringatan,” terang Agus
Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah tersebut jelas dapat membahayan laju KA. “Sampah-sampah tersebut dihasilkan oleh para PKL yang berjualan di pinggir rel seputar Stasiun Duri. Untuk itu demi keamanan laju KA dan penumpang para PKL tersebut kembali kami tertibkan,” ujar Agus.
Wawan (57), salah satu pedagang buah semangka, hanya bisa pasrah melihat lapaknya yang terbuat dari kayu dibongkar petugas. Dia mengaku dirinya kembali nekat berjualan di pinggir rel dekat Stasiun Duri karena sulitnya mencari lapak baru.
“Lapak saya dan teman-teman sudah berulang kali ditertibkan oleh PT KAI. Tapi, kembali nekat berjualan karena sulit mencari tempat baru. Dan saya serta teman-teman hanya bisa pasrah karena memang sudah ada surat pemberitahuan terlebih dahulu,” tandas Wawan.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
875
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
791
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1154
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga