Disdik Panggil Kepsek SMA 3 Setiabudi

Senin, 23 Juni 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 6153

larso marbun kadisdik dki jakarta beritajakarta

(Foto: Erna Martiyanti)

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah memanggil sejumlah pihak guna mengusut penyebab meninggalnya Arfiand Caesar Alirhami (16), siswa kelas X SMA 3 Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ada 5 orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan di antaranya kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, ketua OSIS, tata usaha, serta guru pendamping. Pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga siang

Arfiand meninggal usai mengikuti pelatihan pecinta alam di Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Diduga korban meninggal karena dianiaya senior. Di sekujur tubuh korban ditemukan sebanyak 37 luka lebam.

"Ada 5 orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan di antaranya kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, ketua osis, tata usaha, serta guru pendamping. Pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga siang," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Lasro Marbun saat dihubungi beritajakarta.com, Senin (23/6).

Sekolah, lanjut Lasro, mengklaim tidak ada perpeloncoan di Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Namun, Disdik DKI masih mendalami insiden tersebut guna memastikan ada atau tidak tindakan perpeloncoan saat pelatihan pecinta alam di Tangkuban Perahu. "Mereka belum mengaku. Nanti kalau sudah ada hasil dari Polres baru mereka ngaku," tuturnya

Lasro mengungkapkan, pihaknya sekolah juga menjamin luka lebam di pundak korban akibat beban tas ransel yang berat. "Ya bolehlah alasannya karena tas. Tapi kenapa anak yang kecil ini diizinkan? Berarti fisik tidak menunjang kan? Itu yang perlu kita dalami. Tapi sejauh ini pihak sekolah sudah menjamin tidak ada perpeloncoan," ungkapnya. .

Ia menegaskan, Disdik DKI masih terus mengumpulkan informasi guna menguak penyebab meninggalnya Arfiand. "Panitia beserta peserta juga akan dipanggil pada besok untuk diminta keterangan secepatnya," tegasnya.

Lasro menambahkan, Disdik DKI juga telah memberhentikan pembimbing serta membekukan kegiatan pencinta alam di SMA 3. "Bisa saja kegiatan serupa di sekolah lain nantinya dihentikan pula. Kita tunggu hasil pemeriksaan polisi dan dinas," tambahnya.

Sekadar diketahui, Afriand meninggal dunia usai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencinta alam di Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Ia mengembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (20/6) siang, di Rumah Sakit MMC Jakarta Selatan.

Dari hasil visum polisi, disimpulkan bahwa Afriand tewas akibat menerima pukulan benda tumpul pada bagian punggung hingga mengalami pendarahan dalam di organ paru-paru dan perut.

BERITA TERKAIT
ilustrasi jenazah

Polisi Temukan Titik Terang Tewasnya Siswa SMA 3 Setiabudi

Senin, 23 Juni 2014 6783

Kegiatan Belajar Mengajar

Walikota Jakut Minta Interaksi Siswa dan Guru Dikembangkan

Jumat, 09 Mei 2014 7137

larso marbun kadisdik dki jakarta beritajakarta

Disdik Larang Siswa Rayakan Kelulusan UN dengan Konvoi

Senin, 19 Mei 2014 4817

Sedangkan yang tidak lulus hanya 17 peserta atau 0,11 persen.

Jaktim, Peringkat Pertama Kelulusan UN SMA

Rabu, 21 Mei 2014 12272

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9246

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3216

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3635

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1931

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1501

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks