Pengawasan Distribusi Obat TB Diperketat

Sabtu, 02 April 2016 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Budhi Firmansyah Surapati 4652

 Pemrov DKI Serius Tangani TB

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama menyatakan akan memperketat distribusi serta pengawasan obat untuk penyakit Tuberculosis (TB) di puskesmas.

Dengan ketatnya pengontrolan obat TB, saat ini  dokter dan perawat di puskesmas tidak ada lagi yang nyolong obat TB seperti dulu

"Penyakit TB sangat berbahaya. Sebab satu orang penderita TB dapat menularkan pada 10 orang. Artinya, kalau dibiarkan akan sangat berbahaya," kata Basuki, saat kegiatan HUT TB Sedunia dipusatkan di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (2/4).

Sebagai wujudnya, Pemrov DKI terus memperbanyak rumah sakit dengan puskesmas kecamatan menjadi rumah sakit type D. Selaian itu tahun ini Pemprov DKI juga akan menambah sebanyak 1.950 ranjang yang akan disebar di puskesmas dan RSUD di wilayah DKI Jakarta.

Selain itu, pemprov DKI Jakarta juga akan memperketat kontrol obat TB di Puskesmas. Sebab, karena diberikan secara gratis, Basuki mensinyalir dahulu banyak oknum yang mencuri obat tersebut dan masyarakat tidak kebagian.

"Dengan ketatnya pengontrolan obat TB, saat ini  dokter dan perawat di puskesmas tidak ada lagi yang nyolong obat TB seperti dulu. Dan penderita TB dapat sembuh total bila berobat intens selama enam bulan," ucap Basuki.

Agar mewujudkan warga DKI menjadi sehat, saat ini Basuki mengakui, pihaknya tengah menggiatkan penertiban hunian padat penduduk di pinggir kali. Mereka direlokasi ke rusun agar hidup lebih sehat

"Intinya, Pemprov DKI akan terus kerja keras untuk menciptakan kesehatan warga DKI. Saya yakin TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh TB) akan berhasil," ujar Basuki.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek mengatakan, gerakan TOSS yang dicanangkan Depkes RI bekerjasama dengan Pemrov DKI sangat penting. Sebab, penyakit TB atau yang dikenal dengan sebutan TBC penyakit menular yang disebabkan kuman TB Mycobacterium tubercolosis yang masuk ke tubuh melalui pernafasan.

Berdasar data World Health Organization (WHO), pada tahun 2014 kasus TB di Indonesia mencapai 1 juta kasus. Sedagnkan jumlah kematian akibat TB diperkirakan 110 ribu kasus setiap tahunnya.

"TB merupakan penyakit infeksi menular yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Dan penyakit TB merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV sehingga harus ditangani secara serius," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Basuki Cari Solusi Lain untuk Kuda Monas

Kuda Delman Monas Berpenyakit Harus Diobati

Rabu, 30 Maret 2016 4847

Penyebaran TB di DKI Masih Tinggi

Penyebaran TB di DKI Masih Tinggi

Senin, 28 Maret 2016 5056

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 770

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1048

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 900

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 886

IMG 20260803 WA0088

Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

Senin, 03 Agustus 2026 855

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks