Basuki Akan Ubah Mekanisme Pemilihan Ketua RT/RW

Senin, 09 Juni 2014 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 15948

ahok_balaikota_dokbj_wahyu.jpg

(Foto: doc)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku akan mengubah mekanisme pemilihan RT/RW di ibu kota dengan cara penunjukkan langsung. Dengan cara ini, diharapkan dapat lebih mempermudah proses pengawasan yang dilakukan.

Sistem penunjukkan langsung dapat menghindari jabatan ketua RT dan RW yang dipegang para preman serta mempermudah proses pengawasan dari tingkat kelurahan

Dikatakan Basuki, pihaknya akan mengubah mekanisme pemilihan Ketua RT dan RW di Jakarta melalui sistem penunjukkan langsung. "Sistem penunjukkan langsung dapat menghindari jabatan ketua RT dan RW yang dipegang para preman serta mempermudah proses pengawasan dari tingkat kelurahan," ujar Basuki di Balaikota, Senin (9/6).

Tak hanya itu, Basuki juga mensinyalir jika pemilihan Ketua RT/RW di ibu kota menghabiskan dana kampanye hingga puluhan juta rupiah.  Sebagian besar dana tersebut diperoleh dari hasil pungutan liar (pungli) kepada para pedagang yang kerap melanggar aturan berdagang di trotoar dan badan jalan.

"Para pedagang itu bayar lho. Mana ada yang gratis di Jakarta. Cuma jatuhnya mungkin ke oknum RW dan RT. Makanya, mau jadi ketua RW di Jakarta, habiskan dana kampanye sampai Rp 70 juta. Mereka punya lapak-lapak buat dijual," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Basuki T Purnama di Balaikota, Senin (9/6).

Basuki optimistis, rencana merubah mekanisme pemilihan Ketua RT dan RW dapat berjalan tanpa penentangan karena Jakarta beda dengan wilayah lain. "Contoh, jabatan walikota dan bupati di Jakarta yang dipilih tanpa harus melalui proses pemilihan langsung dari masyarakat. Jadi, kita akan ubah dulu peraturan gubernur (Pergub) pemilihan RT dan RW," katanya.  

Basuki menegaskan, ketua RT dan RW yang dipilih berdasarkan penunjukkan langsung akan mengemban tugas lebih berat lagi. Mereka harus berani memberi hukuman tegas kepada warga yang membuang sampah sembarangan.

"Sanksi yang dikenakan menahan kartu tanda penduduk (KTP) warga yang membuang sampah sembarangan. Warga yang 'bandel' akan dipersulit saat mengurus dokumen-dokumen kependudukan. Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga akan ditahan," tegasnya.

Namun, diakui Basuki, dirinya ingin memastikan seluruh jajarannya mulai dari camat dan lurah untuk berani menerapkan aturan tersebut. "Saya ingin pastikan, walikota saya, berani enggak? Camat saya berani enggak? RT/RW gimana? Makanya untuk RT/RW, mau saya digaji saja. Biar kayak pegawai. Bukan karena dia dipilih, jadinya kayak freelance begitu," katanya.

Ia menambahkan, gaji ketua RT dan RW akan dinaiikan dari Rp 750 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan. "Tapi mereka harus rajin laporin mana lubang, mana sampah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dari 10.721 nama PHL yang dilaporkan, disinyalir berstatus siluman dari kalangan pemulung dan loper

Ketua RT/RW Akan Dijadikan Pegawai Lepas

Jumat, 06 Juni 2014 6907

Uang Rupiah

Jaksel Targetkan Dana ZIS Rp 22 Miliar

Selasa, 03 Juni 2014 4519

Plt Gubernur Bisa Pilih Sekda DKI

Basuki Bisa Pilih Sekda DKI

Minggu, 01 Juni 2014 5010

ahok_batik_stokk.jpg

Jadi Plt Gubernur, Ahok Akan Ngebut Kerja

Jumat, 30 Mei 2014 5674

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7113

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1897

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2474

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1017

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks