Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Guru JIS Dipolisikan

Jumat, 06 Juni 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Lopi Kasim 3301

JIS

(Foto: doc)

Kasus kekerasan seksual di lingkungan Jakarta International School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan, seakan tak kunjung berakhir. Kali ini, pihak orangtua siswa melaporkan oknum guru yang diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak didiknya.  

Dalam laporannya korban tidak dikerjai oleh lima pelaku yang sudah ditangkap melainkan seorang guru



"Ada orangtua siswa berinisial OA (6) yang telah melaporkan ke kita tentang kasus kekerasan terhadap putranya," ujar Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Jumat (6/6).

Menurut Rikwanto, DA ibu korban baru mengetahui anaknya juga pernah menjadi korban kekerasan seksual. Namun dari keterangan DA, kekerasan seksual terhadap OA tidak dilakukan oleh kelima orang pelaku yang sudah ditetapkan lebih dahulu menjadi tersangka. "Dalam aporannya korban tidak dikerjai oleh lima pelaku yang sudah ditangkap melainkan seorang guru," ucapnya.

Hingga saat ini, lanjut Rikwanto, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut. Beberapa saksi juga telah diperiksa termasuk korban dan ibunya. "Masih diselidiki, karena itu kami belum bisa mengumumkannya secara detail," terangnya.

Pihaknya, kata Rikwanto, telah menunjukkan foto-foto dari guru yang kemungkinan sebagai pelaku kepada korban. "Korban ini beda kelas dengan korban pertama. Kita tunjukkan foto-foto guru, dan pemeriksaan pelaku-pelaku awal apakah ada kaitannya," ucapnya.

Dengan masuknya laporan baru ini, rumor yang beredar terkait adanya guru JIS sebagai salah satu pelaku kekerasan seksual mulai menemukan titik terang. "Selama ini kan tidak ada sangkutannya, dengan begini kita akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Karena selama ini belum ada laporan yang terkait guru," jelasnya.

Untuk itu, imbuh Rikwanto, pihaknya langsung menyurati pihak imigrasi untuk menunda mendeportasi sejumlah guru JIS yang menyalahi izin tinggal. "Sudah dikirim suratnya untuk dilakukan penundaan deportasi dalam kaitan melihat hasil penyidikan yang dilakukan oleh kami," tandasnya.

Sebelumnya pihak Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI telah menetapkan 20 guru JIS dari luar negeri yang menyalahi izin tinggal. Seorang diantaranya sudah dideportasi dan 19 menunggu proses deportasi. Sementara 6 orang lainnya saat ini juga masih dalam pemeriksaan. Pengajar tersebut antara lain berasal dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Kanada, Inggris, Afrika Selatan, India, Taiwan, dan Turki.

BERITA TERKAIT
sekolah jis rio selatan

Puluhan Guru JIS Terancam Dideportasi

Selasa, 22 April 2014 9476

JIS

Polisi Akan Sita Data Siswa TK JIS

Kamis, 08 Mei 2014 4399

sekolah jis rio selatan

Pengawasan JIS Bukan Tanggungjawab Disdik DKI

Kamis, 24 April 2014 4614

 Kericuhan terjadi antara para pengunjuk rasa dengan awak media ketika salah seorang pendemo merasa

Pendemo Ricuh dengan Awak Media di Depan JIS

Selasa, 29 April 2014 4864

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Korban Pelecehan Seksual di JIS Bertambah

Rabu, 23 April 2014 20456

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4826

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2099

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2504

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1114

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks