Jalan Amblas di Jagakarsa Belum Diperbaiki

Rabu, 04 Juni 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Dunih 9524

3 Minggu Amblas Jl Gardu Jagakarsa Belum Diperbaiki

(Foto: doc)

Kendaraan roda empat kini tidak bisa lagi melewati Jl Gardu RT 10/02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pasalnya, sejak jalan tersebut amblas hingga kini belum juga diperbaiki. Akibatnya, hanya motor yang masih bisa melintasi jalan tersebut.

Ini parahnya sudah 10 hari tapi belum ada tindakan, kalau mulai amblas hampir sebulan. Makanya kita tutup jalannya untuk kendaraan roda empat, takut malah celaka. Lebih baik memutar

Jalan amblas tersebut berada dekat dengan SMAN 109 Jakarta. Jalan ini amblas akibat tanah yang berada di sisi tebing longsor. Sehingga aspal yang di atasnya tidak dapat menahan beban berat.

Lebar jalan yang amblas sekitar 1 meter dengan panjang mencapai 10 meter. Sementara ketinggian tebing cukup curam sekitar 15 meter. Tebing tersebut langsung menjorok ke tepi Kali Ciliwung, yang membuat amblasnya jalan ini menjadi sangat berbahaya.

"Ini parahnya sudah 10 hari tapi belum ada tindakan, kalau mulai amblas hampir sebulan. Makanya kita tutup jalannya untuk kendaraan roda empat, takut malah celaka. Lebih baik memutar," ujar Fadillah (36), warga RT 10/02 Srengseng Sawah, Rabu (4/6).

Titik retakan jalan pun merembet hingga hampir separuh badan jalan. Saat ini hanya kendaraan roda dua yang diizinkan warga melewati jalan tersebut. Itupun juga harus berhati-hati, agar tidak malah menambah kerusakan jalan. "Kalau mobil harus berputar ke Jalan Shibi. Saat jam sibuk macet parah di sana jadinya," ucap Fadillah.

Sementara Camat Jagakarsa, Asril mengaku, telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) DKI Jakarta untuk memulai perbaikan turap tersebut. Rencananya jalan tersebut akan diperbaiki dalam waktu dekat ini.

"Kami sudah sampaikan permintaan perbaikan pada rapat pimpinan beberapa waktu lalu, informasinya akan diperbaiki dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Titik longsor, lanjut Asril, memang merupakan lokasi rawan erosi karena selain kontur tanah berbentuk tebingan, tidak adanya vegetasi berbatang keras menyebabkan tanah mudah erosi dan longsor. "Lokasi itu memang pernah sekali longsor waktu hujan hebat sekitar bulan Februari 2014 lalu. Waktu itu BBWSCC sudah memperbaiki dengan memasang bronjong yang diisi batu kali, tapi sekarang longsor lagi," katanya.

Karena itu, pihak kecamatan mengusulkan untuk dibangun turap pada titik longsor selebar satu meter dengan panjang sekitar sepuluh meter itu ke depannya. Sehingga diharapkan musibah longsor tidak akan terulang kembali. "Saya sudah usulkan untuk dibuat turap, tapi belum tahu realisasi kedepannya seperti apa. Karena baik pekerjaan teknis ataupun anggaran semuanya dikelola BBWSCC," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jalan Bojong Rusak Parah

Jalan Bojong Raya Mirip Kubangan Kerbau

Kamis, 15 Mei 2014 5012

turap_swasembada.jpg

Turap Saluran PHB di Tanjung Priok Rawan Ambrol

Minggu, 30 Maret 2014 4380

jalan rusak koja

Warga Rawa Badak Utara Keluhkan Jalan Rusak

Selasa, 22 April 2014 5194

Trans Jakarta

Seluruh Jalur Bus Transjakarta Bakal Dibeton

Senin, 05 Mei 2014 5022

truk_jeblos_nurito.jpg

Jalan Rusak, Dua Truk Terperosok di Jl Rawa Domba

Rabu, 19 Maret 2014 11903

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7154

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4841

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2674

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2564

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1243

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks