Kolong Jembatan Slipi Akan Disulap Jadi Taman

Jumat, 30 Mei 2014 Reporter: Hendi Kusuma Editor: Widodo Bogiarto 7019

Taman Kolong Tol

(Foto: Hendi Kusuma)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sudah menginstrusikan agar unit terkait segera melakukan pembenahan terhadap area-area yang terletak di bawah (kolong) jalan layang atau jalan tol yang ada di wilayah Jakarta. Selama ini area kolong jembatan memang terlihat berantakan karena dijadikan tempat parkir, tempat tinggal pengemis dan lain-lain. Rencananya, area-area kolong tersebut akan diubah menjadi taman yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan.

Sesuai  instruksi Wagub Basuki, kita akan lakukan pembenahan di beberapa kolong jembatan, terutama yang berlokasi di depan Mal Slipi Jaya

Salah satu lokasi kolong jembatan yang akan disulap sebagai taman PKL dan jalur pejalan kaki berlokasi di depan Mal Slipi Jaya, Palmerah, Jakarta Barat. Aparat Kecamatan Palmerah rencananya dalam waktu dekat akan membersihkan kolong jembatan itu yang selama ini dimanfaatkan sebagai tempat parkir dan lokasi berjualan. 

"Sesuai  instruksi Wagub Basuki, kita akan lakukan pembenahan di beberapa kolong jembatan, terutama yang berlokasi di depan Mal Slipi Jaya," kata Camat Palmerah, Agus Triyono, Jumat (30/5).

Menurut Agus, selama ini kolong jembatan Slipi Jaya yang menghubungkan Jl Raya Kemanggisan dan Jl KS Tubun menuju Tanah Abang dijadikan parkir liar dan PKL, terutama di depan Wisma Asia dan Hotel Peninsula.

"Kita sudah kasih surat teguran kepada mereka bahwa tempat itu akan diubah menjadi taman agar ramah lingkungan dan tertata, " ujar Agus.

Agus mengaku, sebelum melakukan penataan, pihaknya lebih dulu mengkaji dan menelitinya agar tidak asal membangun. "Perlu ada observasi terlebih dahulu dan kajian," tukasnya.

Rencana penataan kolong jembatan itu ternyata memperoleh apresiasi dari PKL kolong jembatan Slipi. Salah satunya Rowi (52), pedagang soto lamongan. Menurutnya, apabila tempat ia berdagang akan dibangun taman, justru akan menarik minat konsumen untuk membeli dagangannya.

"Kalau dibuat taman hijau saya setuju saja, hal itu bisa menarik minat pembeli untuk makan diwarung saya, tapi saya jangan digusur ya" ujar Rowi.

Menurut Rowi, dirinya telah berjualan selama 10 tahun dikolong jembatan tersebut, selama ini ia membayar iuran sebesar Rp 25.000 kepada salah satu ormas yang mengelolah, harapanya jika jadi taman

"Kita terpaksa berjualan di sini karena tidak ada tempat lagi untuk berdagang, padahal harga sewa kiosnya mahal," keluh Rowi.

Selain membayar sewa per bulan, setiap hari Rowi masih dikenakan iuran sebesar Rp 25 ribu yang dari salah satu ormas.

BERITA TERKAIT
ahok baju batik

Kolong Jalan Layang Akan Disulap Jadi Taman PKL

Rabu, 28 Mei 2014 4135

taman anak anak

Jokowi Minta Taman di Jakarta Multi Manfaat

Senin, 26 Mei 2014 8105

taman anak anak

DKI Terus Tambah Taman di Pemukiman Padat

Selasa, 27 Mei 2014 8623

Kelurahan Kebun Jeruk Siap Panen 8 Ton Buah Jeruk.

Kelurahan Kebon Jeruk Siap Panen 8 Ton Jeruk

Selasa, 27 Mei 2014 9537

Jokowi Canangkan Pembangunan Stadion Taman BMW

Jokowi Canangkan Pembangunan Stadion Taman BMW

Rabu, 28 Mei 2014 13519

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2511

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 966

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 409

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks