Terminal DKI Bakal Dikelola Pihak Ketiga

Rabu, 28 Mei 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3604

Terminal Pulogadung Jaktim

(Foto: doc)

Agar bisa dikelola dengan profesional yang berdampak pada kenyamanan dan keindahan terminal angkutan umum, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana menyerahkan pengelolaan terminal kepada pihak ketiga. Saat ini gagasan tersebut masih dikaji dan rencananya akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk dipaparkan.

Contohnya, terminal dalam kota yang sudah beralih fungsi jadi terminal AKAP itu terminal Rawamangun, Jakarta Timur. Karena bus dan penumpang di Terminal Pulogadung menumpuk

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Muhammad Akbar menilai, seluruh pengelolaan terminal seperti kebersihan, perawatan gedung, listrik, keamanan, dan lainnya akan diserahkan kepada pihak ketiga. Sehingga, Dishub DKI lebih fokus mengurus arus lalu lintas bus dan kondisi bus.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan mekanismenya, nantinya akan dilaporkan kepada Pak Gubernur. Tujuan kami agar terminal bisa lebih baik kalau dikelola pihak ketiga,' kata Akbar, Rabu (28/5).

Menurut Akbar, nantinya pihak ketiga tersebut bisa melakukan bisnis di dalam terminal. Asalkan terminal tetap nyaman bagi penumpang. Itu sebagai kompensasi dari pengelolaan yang dilakukan. "Kami memberikan kompensasi kepada pengelola untuk melakukan bisnis di sana. Dengan syarat, terminal harus bersih dan nyaman bagi calon penumpang," ujar mantan Kepala Unit Pengelola Transjakarta ini.

Menurut Akbar, rencana itu berdasarkan banyaknya terminal di Jakarta yang telah berubah fungsi dari terminal dalam kota menjadi antar kota. Hal itu pula yang menyebabkan Dishub DKI kewalahan mengelola terminal-terminal di Jakarta.

Di Jakarta tercatat hanya ada tiga terminal yang berfungsi sebagai terminal antar kota antar provinsi (AKAP), yakni Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, dan Pulogadung. Namun karena kebutuhan dari penumpang, fungsi terminal dalam kota telah berubah.

Selain itu, menumpuknya kendaraan di terminal AKAP, juga membuat pelaku bisnis jasa bus ke luar kota masuk ke terminal dalam kota. Alasan lain kenapa masyarakat lebih memilih menggunakan bus AKAP dari terminal dalam kota, karena akses antar terminal AKAP dan dalam kota yang dekat, ditambah dengan pembangunan jalan tol yang membuat jarak lebih dekat.

"Contohnya, terminal dalam kota yang sudah beralih fungsi jadi terminal AKAP itu terminal Rawamangun, Jakarta Timur. Karena bus dan penumpang di Terminal Pulogadung menumpuk," kata Akbar.

BERITA TERKAIT
Terminal Grogol Butuh Perbaikan

Terminal Grogol Butuh Perbaikan

Minggu, 18 Mei 2014 6929

polisi operasi zebra

Operasi Simpatik Jaya 2014 Libatkan 2.200 Polisi

Senin, 19 Mei 2014 5847

Ditahan Borgol

21 Orang Terjaring Razia Preman di Kalideres

Sabtu, 10 Mei 2014 6963

dishub angkut bajaj rio

Angkutan dan PKL di Kebayoran Lama Ditindak

Senin, 19 Mei 2014 4618

Dengan begitu, diharapkan semua penumpang dapat terangkut serta memangkas waktu menunggu di halte.

PT Transjakarta Akan Kelola Angkutan Umum di Ibu Kota

Rabu, 21 Mei 2014 5022

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9250

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3222

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3641

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1936

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1508

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks