Terminal DKI Bakal Dikelola Pihak Ketiga

Rabu, 28 Mei 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3715

Terminal Pulogadung Jaktim

(Foto: doc)

Agar bisa dikelola dengan profesional yang berdampak pada kenyamanan dan keindahan terminal angkutan umum, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana menyerahkan pengelolaan terminal kepada pihak ketiga. Saat ini gagasan tersebut masih dikaji dan rencananya akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk dipaparkan.

Contohnya, terminal dalam kota yang sudah beralih fungsi jadi terminal AKAP itu terminal Rawamangun, Jakarta Timur. Karena bus dan penumpang di Terminal Pulogadung menumpuk

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Muhammad Akbar menilai, seluruh pengelolaan terminal seperti kebersihan, perawatan gedung, listrik, keamanan, dan lainnya akan diserahkan kepada pihak ketiga. Sehingga, Dishub DKI lebih fokus mengurus arus lalu lintas bus dan kondisi bus.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan mekanismenya, nantinya akan dilaporkan kepada Pak Gubernur. Tujuan kami agar terminal bisa lebih baik kalau dikelola pihak ketiga,' kata Akbar, Rabu (28/5).

Menurut Akbar, nantinya pihak ketiga tersebut bisa melakukan bisnis di dalam terminal. Asalkan terminal tetap nyaman bagi penumpang. Itu sebagai kompensasi dari pengelolaan yang dilakukan. "Kami memberikan kompensasi kepada pengelola untuk melakukan bisnis di sana. Dengan syarat, terminal harus bersih dan nyaman bagi calon penumpang," ujar mantan Kepala Unit Pengelola Transjakarta ini.

Menurut Akbar, rencana itu berdasarkan banyaknya terminal di Jakarta yang telah berubah fungsi dari terminal dalam kota menjadi antar kota. Hal itu pula yang menyebabkan Dishub DKI kewalahan mengelola terminal-terminal di Jakarta.

Di Jakarta tercatat hanya ada tiga terminal yang berfungsi sebagai terminal antar kota antar provinsi (AKAP), yakni Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, dan Pulogadung. Namun karena kebutuhan dari penumpang, fungsi terminal dalam kota telah berubah.

Selain itu, menumpuknya kendaraan di terminal AKAP, juga membuat pelaku bisnis jasa bus ke luar kota masuk ke terminal dalam kota. Alasan lain kenapa masyarakat lebih memilih menggunakan bus AKAP dari terminal dalam kota, karena akses antar terminal AKAP dan dalam kota yang dekat, ditambah dengan pembangunan jalan tol yang membuat jarak lebih dekat.

"Contohnya, terminal dalam kota yang sudah beralih fungsi jadi terminal AKAP itu terminal Rawamangun, Jakarta Timur. Karena bus dan penumpang di Terminal Pulogadung menumpuk," kata Akbar.

BERITA TERKAIT
Terminal Grogol Butuh Perbaikan

Terminal Grogol Butuh Perbaikan

Minggu, 18 Mei 2014 7163

polisi operasi zebra

Operasi Simpatik Jaya 2014 Libatkan 2.200 Polisi

Senin, 19 Mei 2014 5979

Ditahan Borgol

21 Orang Terjaring Razia Preman di Kalideres

Sabtu, 10 Mei 2014 7105

dishub angkut bajaj rio

Angkutan dan PKL di Kebayoran Lama Ditindak

Senin, 19 Mei 2014 4749

Dengan begitu, diharapkan semua penumpang dapat terangkut serta memangkas waktu menunggu di halte.

PT Transjakarta Akan Kelola Angkutan Umum di Ibu Kota

Rabu, 21 Mei 2014 5190

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2419

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2543

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1215

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks